KPK Cecar Thong Lena Soal Kepemilikan Aset Nurhadi

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar pengusaha bernama Thong Lena terkait kepemilikan aset eks Sekretaris MA.

Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar pengusaha bernama Thong Lena terkait kepemilikan aset eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Hal tersebut terkuak dari hasil pemeriksaan terhadap Thong Lena pada Selasa (10/3/2020).

Thong Lena pada hari ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016. Dia dimintai keterangannya untuk Nurhadi.

"Penyidik mendalami keterangan saksi mengenai kepemilikan aset-aset tersangka NH (Nurhadi)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Baca: Sedah Mirah Tiba-tiba Muncul dan Dekati Raja dan Ratu Belanda, Momen Foto Bersama Jokowi Diulang

Baca: Kepemilikian Lapangan dan Wisma Karanggayam Kembali ke Persebaya

KPK sendiri telah menggeledah sebuah vila kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat pada Senin (9/3/2020) kemarin. Tim penyidik menemukan belasan motor gede dan 4 mobil mewah.

Kata Ali, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan atas temuan tersebut. Sejauh ini KPK baru melakukan penyegelan terhadap belasan moge dan 4 mobil mewah itu.

"Didata seluruh motor dan mobil mewah yang ada di gudang (vila) tersebut," ungkap Ali.

Ali belum bisa membeberkan kisaran harganya. Penyidik masih memastikan asal usul kendaraan mewah tersebut.

"Yang kami konfirmasi, apakah ada hubungannya atau bagaimana terkait barang ini, pasal-pasal yang dipersangkakan. Nanti akan dianalisis lebih lanjut," kata Ali.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, menerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar. Suap diduga diberikan oleh Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

KPK menyangka Hiendra memberikan uang itu untuk sejumlah kasus perdata yang melibatkan perusahaannya.

Hingga sekarang, KPK belum bisa menangkap Nurhadi, Rezky, maupun Hiendra. Ketiganya dinyatakan masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Dalam proses pengejaran para buronan, KPK menggeledah sejumlah aset milik Nurhadi, misalnya rumah mewahnya di kawasan Patal Senayan Nomor 3B dan di Jalan Hang Lekir V Nomor 6, Jakarta Selatan, serta sebuah vila di Ciawi.

Berita Populer
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved