Jumat, 29 Mei 2026

Virus Corona

Jubir Pemerintah Ungkap Sumber Virus Corona Pasien Nomor 27

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyebut pelacakan kontak terhadap pasien nomor 27 telah menemukan titik terang.

Tayang:
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyebut pelacakan kontak terhadap pasien nomor 27 telah menemukan titik terang.

Sebelumnya pasien nomor 27 ini diduga sebagai transmisi lokal (penularan dari Indonesia).

Dan saat diumumkan pada Selasa (10/3/2020) kemarin, belum diketahui dari mana sumber penularannya.

Kendati demikian Yuri mengatakan pemerintah terus melakukan upaya untuk melacak kontak terhadap pasien nomor 27 ini.

Alhasil pada Rabu (11/3/2020) Yuri menyebut telah mendapatkan laporan bahwa nomor 27 ini merupakan satu di antara 4 sub klaster yang ada di Indonesia.

Hal ini ia sampaikan dalam program Mata Najwa yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi Trans 7 pada Rabu, (11/3/2020).

d
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto dalam program Mata Najwa pada Rabu (11/3/2020) Pukul 20.00 WIB (Tangkap layar live streaming Trans7)

Sebelumnya, Yuri menjelaskan terkait lonjakan jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Indonesia per harinya.

"Kita mengawali dari kasus nomor 01 yakni yang termasuk dalam klaster Jakarta," ujar yuri.

Yuri menuturkan alasan pemberian nama klaster Jakarta dikarenakan hal itu terjadi di kota tersebut.

"Lebih lanjut Yuri mengatakan dari klaster Jakarta ini pihaknya melakukan tracking dengan siapa saja pasien nomor 1 bertemu dan diyakini menjalin kontak dekat.

"Kemudian munculah pasien nomor 2,3,4 dan seterusnya," jelas Yuri.

"Bahkan ini masih kita kejar terus karena ada klaster yang bagian dari ini ternyata punya sub klaster di bawahnya," kata Yuri.

Dalam artian, masih terdapat orang yang tertular dari kelompok tersebut tetapi tidak berada di peristiwa yang awal.

Baca: Penjelasan Anies Baswedan Soal Risiko Kontaminasi Virus Corona di KRL Bogor-Depok-Jakarta Kota

"Nah ini yang kemudian kita identifikasi seperti itu," ungkapnya.

Penjelasan Yuri tersebut mengundang Pembawa Acara, Najwa Shihab menyinggung terkait pasien nomor 27 yang belum diketahui dari mana sumber penularannya.

"Apakah itu yang kasus nomor 27?" tanya Najwa.

"Nomor 27 ternyata adalah sub klaster," timpal Yuri.

Lebih lanjut Yuri mengaku baru mendapatkan laporan tersebut pada Rabu, 11 Maret 2020.

"Yang anda maksud tadi adalah laki-laki berusia 33 tahun?" tanya Najwa.

"Iya, yang baru kita ketahui hari ini," jawab Yuri.

Baca: Alasan Pemerintah Tak Ungkap Domisili Pasien Positif Virus Corona, Sebut Faktor Orang Bukan Daerah

"Karena memang dari awal kita mencari ini linknya kemana," imbuhnya.

Menurutnya ini akan menjadi rawan manakala kemudian pihaknya memastikan kontak lokal yang tidak jelas.

"Ini (pasien nomor 27) jelas atau tidak pak?" tanya Najwa.

"Jelas dan sudah ketemu sub klasternya," jawab Yuri.

Mendengar jawaban Yuri, Najwa kemudian memastikan asal klub klaster dari pasien nomor 27.

"Jadi di awal, yakni klaster Jakarta tadi?" tanya Najwa.

"iya," timpal Yuri singkat.

34 Orang di Indonesia Positif Corona, 1 Meninggal Dunia, 2 Berhasil Sembuh

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, kembali mengumumkan penambahan pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Achmad Yurianto mengumumkan hal ini pada Rabu, 11 Maret 2020 pukul 17.00 WIB.

Yuri menyebut, pada laporan yang ia terima ada tujuh pasien baru yang positif.

Sebelumnya sudah terdapat 27 kasus positif terinfeksi virus corona di Indonesia sehingga total jumlah menjadi 34 kasus.

Yuri menuturkan ketujuh orang tersebut diduga tertular saat berada di luar negeri sebelum pulang ke Indonesia (imported case).

Adapun tambahan 7 pasien positif corona di Indonesia yang Dikutip dari YouTube Kompas tv, Rabu (11/3/2020).

Baca: Corona Merebak, Aplikasi Ini Bisa Bantu Siswa Belajar di Rumah

1. Pasien nomor 28, laki-laki berusia 37 tahun, kondisinya nampak sakit ringan sedang.

2. Pasien nomor 29 laki-laki berusia 51 tahun, kondisinya nampak sakit sedang. 

3. Pasien nomor 30, laki-laki berusia 84 tahun, kondisinya nampak sakit sedang. 

4. Pasien nomor 31, perempuan berusia 48 tahun, kondisinya nampak sakit ringan sedang,

5. Pasien nomor 32, laki-laki berusia 45 tahun, kondisi sakit ringan sedang.

6. Pasien nomor 33, laki-laki berusia 29 tahun, kondisi nampak sakit ringan sedang.

7. Pasien nomor 34, aki-laki berusia 42 tahun, kondisi nampak sakit ringan sedang.

Sementara itu, terdapat satu pasien corona yang meninggal dunia yakni kasus nomor 25 seorang warga negara asing (WNA). 

Baca: Jangan Panik! Simak Panduan Aman Liburan ke Luar Negeri Selama Wabah Virus Corona

Diketahui perempuan berusia 53 tahun ini saat masuk ke rumah sakit dalam kondisi berat.

Karena pasien ini memiliki riwayat penyakit yang mendahului seperti diabetes, hipertensi, dan paru obstruksi menahun.

Lebih lanjut Yuri menuturkan virus corona bukan menjadi penyebab utama pasien tersebut meninggal dunia.

Melainkan, virus yang mewabah pertama kali di Wuhan, China ini memperburuk imunitas tubuh dari pasien.

Kendati demikian, kabar baik datang dari dua pasien virus corona di Indonesia.

Dari total 34 kasus virus corona, dua di antaranya sudah dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang.

Mereka adalah pasien nomor 6, warga negara Indonesia, seorang laki-laki berusia 36 tahun dari klaster Diamond Princess.

Sementara itu, pasien sembuh lainnya yakni nomor 14, warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 50 tahun dari klaster imported case. 

Kedua pasien tersebut telah dipastikan sembuh dari virus corona setelah menjalani pemeriksaan spesimen sebanyak dua kali. 

Dimana hasil dari tes di laboratorium itu menunjukkan keduanya negatif virus corona. (*)

(Tribunnews.com/Isnaya Helmi Rahma)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved