Jumat, 1 Mei 2026

Virus Corona

Riwayat Perjalanan Pasien Corona Minta Dibuka, Ini Jawaban Jokowi

Pemerintah memutuskan untuk tak membuka riwayat perjalanan pasien positif corona, agar tak menimbulkan ketakutan yang berlebihan dari masyarakat.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati
TRIBUNNEWS/DANNY PERMANA
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah memutuskan untuk tak membuka riwayat perjalanan pasien positif virus corona, agar tak menimbulkan ketakutan yang berlebihan dari masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga menghindari adanya pandangan negatif kepada pasien yang dinyatakan positif virus corona tersebut saat dirawat ataupun setelah sembuh.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela meninjau sterilisasi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (14/3/2020).

"Inginnya kita sampaikan (riwayat perjalanan pasien positif corona)."

"Tapi kita menghitung kepanikan masyarakat nanti bagaimana," ujar Jokowi, dikutip dari Kompas.com, Jumat.

Baca: Fraksi PPP: Lockdown Salah Satu Opsi Cegah Virus Corona, Tapi Itu Langkah Terakhir

Baca: RSPI Sulianto Saroso soal Dua Pasien Positif Virus Corona Meninggal: Di Sini Hanya Satu

Baca: Cara Polres Boyolali Cegah Penyebaran Virus Corona

Menurutnya, setiap negera mempunyai kebijakannya masing-masing dalam menangani virus corona, termasuk pemerintah Indonesia.

"Yang paling penting, setiap ada klaster baru, tim kita langsung memagari," ungkapnya.

Jokowi memastikan, pemerintah telah berupaya mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.

Presiden Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta,  Jumat, (13/3/2020)
Presiden Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat, (13/3/2020) (Taufik Ismail/Tribunnews.com)

KIP Minta Riwayat Perjalanan Pasien Dibuka

Sementara itu, Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP), Arif A Kuswardono meminta pemerintah bisa transparan soal riwayat perjalanan pasien corona, agar masyarakat bisa melakukan pencegahan dini.

Ia mengatakan, masyarakat perlu mengetahui informasi terkait lokasi yang pernah didatangi oleh pasien positif corona.

"(Informasi soal) riwayat (perjalanan) itu terkait dengan unsur potensi penyebaran daerah yang terdampak."

"Harus disampaikan agar masyarakat punya tindakan preventif," ujar Arif, dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/3/2020).

Selain itu, Arif setuju jika identitas pasien memang tak boleh dibuka ke masyarakat.

"Kenapa? Karena pelarangannya bersifat absolute, di undang undang (KIP), tak boleh dibuka kecuali atas izin yang bersangkutan," jelasnya.

Baca: Soal Corona, Jokowi: Tingkatkan Imunitas Tubuh dan Jangan Stress

Baca: Soal Penanganan Corona, Jokowi Sebut Tak Ingin Ciptakan Kepanikan

Baca: Pemerintah Dinilai Gagap Hadapi Ancaman Virus Corona, Didesak Lebih Terbuka soal Informasi

Ia berujar, pihaknya memberi apresiasi pada protokol penanganan corona yang dilakukan oleh pemerintah.

"Protokol ini harus dijadikan sebagai mekanisme sosial, jadi orang tidak terganggu, jadi tidak ketakutan berlebihan," ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah dan pusat harus komitmen untuk menjalankan protokol tersebut.

Penggambaran virus corona
Penggambaran virus corona (unsplash/Viktor Forgacs)

Cara Cegah Tertular Virus Corona

Menjaga imunitas tubuh disebut menjadi cara terampuh untuk mencegah tertular virus corona yang kini sudah masuk ke Indonesia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyebut, imunitas tubuh bisa ditingkatkan dengan makan yang cukup.

Doni juga menilai, mengonsumsi jamu bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

"Jangan biarkan perut kosong, sebelum ke luar rumah pastikan sarapan pagi hari," ujar Doni dalam acara IndoSterling Forum di Jakarta, Kamis (5/3/2019), dikutip dari Kompas.com.

Baca: Sembuh dari Virus Corona, Pasien 01 dan 03 di RSPI Sulianti Saroso Dipulangkan Hari Ini

Baca: Jokowi dan Achmad Yurianto Tak Lockdown Wilayah Terjangkit Corona

Baca: Wakil Presiden dan Dua Menteri Iran Dikabarkan Positif Corona

Selain itu, Doni mengimbau, bagi masyarakat yang menderita flu agar tak melakukan kegiatan di luar rumah.

Masyarakat diwajibkan menggunakan masker, jika memang diharuskan untuk ke luar rumah saat flu.

Ia mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah merancang protokol penanganan corona.

BNPB dalam hal itu bertindak sebagai koordinator, sedangkan eksekutornya adalah kementerian terkait dan TNI atau Polri.

Doni menyebut, wabah Covid-19 termasuk dalam kategori bencana, yakni bencana non-alam.

(Tribunnews.com/Nuryanti) (Kompas.com/Ihsanuddin/Achmad Nasrudin Yahya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved