Rabu, 3 Juni 2026

MRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal, Batasi Satu Kereta 60 Penumpang

Anies Baswedan mengembalikan jam operasional MRT Jakarta seperti sedia kala. Meski begitu, MRT Jakarta menetapkan aturan pembatasan penumpang.

Tayang:
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Twitter @PT_Transjakarta
Anies Baswedan kembalikan jam operasional Transjakarta, MRT, dan LRT mulai Selasa (17/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengembalikan jam operasional MRT Jakarta seperti sedia kala.

Melansir Kompas.com, kebijakan itu menyusul adanya arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar transportasi publik tetap disediakan.

Anies Baswedan mengikuti arahan Jokowi di tengah wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Meski begitu, PT MRT Jakarta menetapkan aturan pembatasan penumpang menyusul kebijakan pencegahan penyebaran virus corona oleh Pemprov DKI Jakarta.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan pihaknya menerapkan pembatasan jumlah penumpang 60 orang satu kereta atau 360 orang per rangkaian.

Anies Baswedan kembalikan jam operasional Transjakarta, MRT, dan LRT mulai Selasa (17/3/2020) karena antrean panjang yang terjadi di sejumlah Halte Bus Transjakarta setelah berlakunya jam operasional baru pada Senin (16/3/2020) sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.
Anies Baswedan kembalikan jam operasional Transjakarta, MRT, dan LRT mulai Selasa (17/3/2020) karena antrean panjang yang terjadi di sejumlah Halte Bus Transjakarta setelah berlakunya jam operasional baru pada Senin (16/3/2020) sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona. (Twitter @PT_Transjakarta)

Baca: Penumpang MRT Jakarta Mengaku Sempat Mengantre 1,5 Jam, Kini Rasakan Sepinya Suasana MRT

Hal itu disampaikan Kamaluddin dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).

"Calon penumpang diharapkan dapat mengikuti arahan dari petugas MRT Jakarta di stasiun," papar Kamal, dikutip TribunJakarta.com.

Kamaluddin menambahkan, MRT Jakarta tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus corona.

Yakni mengimbau pemakaian hand sanitizer dan pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang.

"Ini demi kebaikan bersama dalam langkah pencegahan virus corona," tambah Kamal.

Selain itu, ia juga mengimbau untuk menjaga kebersihan bagi seluruh penumpang MRT Jakarta.

Antrean di MRT Jakarta Membeludak

Baca: Dirjen Hubdat Lakukan Evaluasi Terhadap Antrean Penumpang Transjakarta Pagi Ini

Diberitakan sebelumnya, PT MRT Jakarta melakukan pembatasan layanan untuk penumpang sesuai petunjuk Anies Baswedan.

Kebijakan ini malah menyebabkan antrean membeludak di beberapa stasiun MRT, Senin (16/3/2020) pagi.

Diketahui, calon penumpang membeludak di stasiun karena adanya kebijakan headway 20 menit untuk satu armada.

Muhamad Kamaluddin menjelaskan atas kejadian penumpang yang membeludak di sejumlah stasiun MRT Jakarta.

Suasana penumpang mengantre di stasiun MRT Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin pagi (16/3/2020).
Suasana penumpang mengantre di stasiun MRT Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin pagi (16/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Baca: Penjelasan PT MRT Soal Antrean Panjang Penumpang MRT, Jadwal Diubah karena Corona

Kamaluddin mengatakan pembatasan operasional MRT Jakarta hari ini dikarenakan untuk membatasi pergerakan di Ibu Kota.

Pembatasan operasional MRT Jakarta tersebut telah dikoordinasi dengan pemerintah sebelumnya.

Ia menambahkan, untuk operasional MRT Jakarta hari ini sebetulnya tidak diperuntukkan untuk umum.

Kamaluddin menyebut, pekerja yang diperbolehkan naik angkutan umum hanya pekerja medis ataupun pelayanan publik.

"Oleh karenanya, MRT Jakarta sebagaimana arahan pemerintah untuk angkutan umum di Jakarta pada hari ini sebetulnya difokuskan hanya khusus untuk pekerja yang masih perlu menangani penanganan Covid-19."

"Seperti pekerja medis, dan pelayanan publik yang memang tidak bisa dikerjakan dari rumah," ucap Kamal dalam keterangannya, Senin, dikutip dari Kompas.com.

Baca: Viral Video dan Foto Antrean Panjang Penumpang TransJakarta dan MRT, #Gubernurbodoh Jadi Trending

Lebih lanjut, ia mengatakan layanan angkutan umum pada hari ini tidak ditujukan untuk mobilitas pekerja normal ke kantor.

Sebelumnya, sudah diimbau bagi pekerja untuk bekerja dari rumah.

PT MRT Jakarta juga melakukan tindakan atas kejadian penumpukan penumpang di sejumlah stasiun.

Kamaluddin menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi di empat stasiun pagi hari ini.

"Kami tengah melakukan evaluasi antrean calon penumpang memasuki 4 stasiun MRT kami pagi hari ini yaitu Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, Stasiun Cipete Raya dan Stasiun Dukuh Atas BNI."

"Sementara ini antrean di 9 stasiun MRT lainnya masih normal," jelasnya.

Seputar Virus Corona
Seputar Virus Corona (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Baca: MRT Jakarta Lakukan Evaluasi Menyusul Antrean Penumpang Pagi Tadi

Anies Baswedan Batasi Penumpang MRT Jakarta

Sebelumnya, Anies Baswedan juga memutuskan untuk membatasi jumlah penumpang di Stasiun MRT Jakarta

"Nanti di stasiun MRT ada pembatasan jumlah penumpangnya," ujarnya yang dikutip dari video siaran langsung di akun Facebook Pemprov DKI Jakarta, dikutip Tribunnews.com.

Anies menyebut pembatasan penumpang ini dilakukan untuk mengurangi potensi interaksi secara fisik.

Sehingga dapat mengurangi adanya penularan virus corona tersebut.

Selain itu, Anies menuturkan terkait jumlah penumpang di stasiun MRT Jakarta.

"Kapasitas 300 orang maksimum kan, nanti akan diisi oleh 60 orang per gerbong," jelasnya.

Baca: Antre di MRT, Fani Terpaksa Masuk Kerja Karena Tidak Ada Informasi Libur dari Perusahaan

Anies Baswedan umumkan tujuh kebijakan dalam tangani Corona di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan  (Tangkap Layar kanal YouTube tvOneNews)

Ini sekaligus juga sejalan dengan pesan yang disampaikan agar dunia usaha mulai melakukan kegiatan kerja secara jarak jauh melalui metode online.

Anies Baswedan juga mengatakan nantinya para calon penumpang dilakukan pemeriksaan suhu badan terlebih dahulu sebelum masuk di halte maupun stasiun.

"Sebelum memasuki halte dan satsiun akan dicek suhu tubuhnya," ujar Anies.

Anies menuturkan jika terdapat calon penumpang yang memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius akan ditempatkan di ruang isolasi tertentu yang telah disiapkan Pemprov DKI Jakarta.

Seputar Virus Corona
Seputar Virus Corona (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Baca: Jarak Antre Penumpang Diatur, Kedatangan Kereta MRT di Stasiun Bundaran HI 40 Menit Sekali

"Kita juga akan memastikan hand sanitizer ada di mana-mana sehingga masyarakat yang dapat memanfaatkannya dengan baik,"jelas Anies.

Anies menegaskan langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah adanya penularan virus corona di Jakarta.

"Kami berharap seluruh masyarakat Jakarta dapat menaatinya, sehingga tidak ada penutupan di ibu kota," tegasnya. 

"Karena masyarakat sudah mematuhi untuk berada di rumah," imbuhnya.

(Tribunnews.com/Indah Aprilin Cahyani/Isnaya Helmi Rahma) (Kompas.com/Nursita Sari/Muhammad Rizki Hidayat/Ryana Aryadita Umasugi)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved