Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Curhat Pegawai Apotek Berjuang di Tengah Corona: Bantu Saya Selesaikan Tugas Kemanusiaan Ini

Seorang pegawai apotek di perusahaan BUMN, menceritakan bagaimana kekhawatirannya yang harus bekerja di tengah wabah Corona

TRIBUN KALTIM/NEVRI
MASKER dan DISINFEKTAN LARIS-Apoteker melayani warga beli cairan disinfektan, tampak ada tulisan masker sold out atau habis stoknya di Apotek XS Smart Jalan Palang Merah Kecamatan Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Selasa (3/3/2020). Selain masker yang harganya melambung dari 3500 sampai 280.000 per kotak kemasan cairan disinfektan juga laris diburu warga demi pencegahan wabah disebabkan virus Corona vid. (TRIBUNKALTIM.co/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNNEWS.COM - Menyusul naiknya angka kasus positif Virus Corona (Covid-19) di Indonesia, pemerintah telah menegaskan pentingnya social distancing, atau menjaga jarak antar manusia.

Salah satu bentuknya adalah menjalani segala aktivitas di rumah, yakni belajar, bekerja, hingga beribadah di rumah.

Namun tak semua orang bisa melaksanakan aktivitasnya hanya dari rumah.

Pegawai Apotek Ricky Sagala, pegawai apotek, Instagram @narasi.tv, Senin (23/3/2020)
Pegawai Apotek Ricky Sagala, pegawai apotek, Instagram @narasi.tv, Senin (23/3/2020) (Instagram/@narasi.tv)

 

 Mulai Rp 5 hingga Rp 15 Juta, Jokowi Ungkap Syarat Tenaga Medis Penerima Insentif Bulanan Corona

Ricky Sagala, seorang pegawai apotek di perusahaan milik negara adalah satu di antara beberapa orang yang harus tetap bekerja di tempat kerjanya.

Dikutip dari akun Instagram @narasi.tv, Senin (23/3/2020), Ricky bercerita tentang ketakutan, dan kekhawatirannya bekerja di tengah Covid-19.

Sebagai pegawai apotek, Ricky menyadari bahwa setiap harinya ia harus bertemu dengan orang-orang yang menderita berbagai penyakit.

"Saya kurang beruntung nih enggak bisa kerja dari rumah," kata Ricky.

"Saya pegawai salah satu BUMN, mau enggak mau tiap hari saya masih harus berhubungan langsung dengan banyak pasien, dengan berbagai penyakit," lanjutnya.

Namun Ricky tak mempermasalahkan hal tersebut, lantaran ia telah bersumpah atas profesinya untuk selalu melayani pasien.

"Enggak apa-apa kok, saya punya tanggung jawab atas sumpah profesi yang pernah saya ucapkan," jelas Ricky.

Selalu terbayang di benak Ricky akan kemungkinan melakukan kontak dengan orang yang telah terinfeksi Covid-19, saat menjalankan tugasnya di apotek.

>>> Baca Selengkapnya

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan