Virus Corona

‎Kriteria Perkumpulan Massa yang Dapat Dibubarkan Polri untuk Mencegah Corona

Sesuai maklumat Kapolri maka anggota Polri di lapangan dapat melakukan pembubaran pada kerumunan massa.

KOMPAS.COM/WALDA MARISON
Antisipasi corona, Polres Jakarta Selatan melakukan penyisiran untuk membubarkan keramaian di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (22/1/2020)(KOMPAS.COM/WALDA MARISON) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Guna mencegah penyebaran virus corona, sesuai maklumat Kapolri maka anggota Polri di lapangan dapat melakukan pembubaran pada kerumunan massa.

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono angkat bicara menjelaskan kriteria perkumpulan massa yang dapat dibubarkan oleh kepolisian setelah dilakukan upaya imbauan secara persuasif dan humanis.

"Kriteria perkumpulan massa yang dapat dibubarkan oleh kepolisian setelah dilakukan imbauan adalah ‎pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan serta kegiatan yang sejenis," ungkap jenderal bintang satu itu saaat dikonfirmasi Rabu (25/3/2020).

Baca: Komnas HAM Setuju Polisi dan Satpol PP Diturunkan Bubarkan Kerumunan untuk Cegah Corona

Selain itu kegiatan kerumunan massa seperti
konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran hingga resepsi keluarga juga bakal dibubarkan.

Termasuk pula kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, karnaval serta kegiatan lainnya yang menjadi berkumpulnya massa pasti akan dibubarkan.

"Kami berharap maklumat Kapolri soal menghindari kerumunan massa dipahami. Anggota di lapangan akan terus melakukan patroli bahaya corona serta membubarkan setiap ada kerumunan massa," tuturnya.

Tidak lupa, Argo mengingatkan bagi masyarakat yang masih "bandel" tidak mengindahkan imbauan anggota Polri, mereka bisa diancam dengan sangksi pidana.

Ada beberapa pasal yang telah disiapkan seperti Pasal 212, Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved