Virus Corona

Sekjen MUI : Penyaluran BLT Tepat untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Virus Corona

BLT akan diberikan kepada pekerja informal dan 29,3 juta masyarakat yang masuk ke dalam kategori 40 persen rumah tangga termiskin.

Sekjen MUI : Penyaluran BLT Tepat untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Virus Corona
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
IGD di Lantai 1 RS Darurat Penanganan Covid-19, Tower 7, Wisma Atlet Kemayoran, Sunter, Jakarta Utara, Senin (23/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai langkah konkrit untuk mengatasi penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 mulai terlihat dengan diberikannya bantuan langsung tunai (BLT).

BLT akan diberikan kepada pekerja informal dan 29,3 juta masyarakat yang masuk ke dalam kategori 40 persen rumah tangga termiskin.

"Kebijakan ini harus ditempuh kalau kita sebagai bangsa memang benar-benar serius untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini. Karena kalau rakyat masih berkeliaran, mencari nafkah, maka akan sulit bagi kita menghambat penyebarannya," ujar Anwar, kepada Tribunnews.com, Jumat (27/3/2020).

Anwar menilai dengan diberikannya BLT, pemerintah dapat melarang masyarakat untuk keluar rumah.

Masyarakat juga akan menerima, karena sudah tak terbebani pikiran mencari uang bagi keluarganya.

Baca: Lebaran, Warga Dilarang Mudik karena Ada Pandemi Corona: Bagaimana Skemanya?

Dia berharap kebijakan tersebut dapat segera dilaksanakan. Demi kesuksesan program ini, kata dia, pemerintah juga harus memberi sanksi berat bagi pihak yang mempermainkan dana BLT dan berujung pada pengalokasian dana yang tak tepat sasaran.

Baca: Kurs Rupiah Pagi Ini Menguat ke Rp 16.105 Per Dolar AS

"Untuk itu kita menghimbau masyarakat agar ikut memantau pengelolaannya. Agar apa yang menjadi tujuan dari pemerintah dan kita bersama dapat cepat tercapai," kata dia.

Baca: Ojol Tertelungkup di Jok Motor Kejutkan Warga: Sudah Panggil Ambulans, Ternyata Lagi Tidur Pulas

Di sisi lain, Anwar mengatakan lantaran dana yang dibutuhkan untuk mendukung program ini sangat besar, maka selain dari dana APBN dan non APBN pemerintah juga harus melakukan beberapa hal.

Baca: Waduh, 14 Persen Pasien di Wuhan yang Dinyatakan Sembuh, Ternyata Masih Positif Corona

Salah satunya Presiden diminta memanggil pengusaha-pengusaha besar di negeri ini dan mewajibkan mereka untuk menyumbang bagi penanggulangan wabah corona.

"Presiden juga supaya secepatnya menandatangani ketentuan tentang pemotongan zakat bagi ASN (Aparatur Sipil Negara), yang dananya nanti dipergunakan untuk menolong dan membantu mereka yang benar-benar terpukul ekonominya oleh kehadiran wabah ini," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved