Virus Corona

Antisipasi Virus Corona, Kapolri: Patroli Pembubaran Massa Akan Terus Dilakukan

Sejauh ini jajaran Polri dibantu TNI dan stakeholder lainnya sudah membubarkan lebih dari 7031 kegiatan kerumunan warga.

Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis (tengah) saat jumpa pers, seusai pembukaan rapat kerja teknis (Rakernis) SDM Polri 2020 di Pusdikmin Polri, Jalan Gedebage, Kota Bandung, Rabu (11/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan anggotanya bakal terus melakukan patroli pembubaran massa di tengah pandemi virus corona (covid-19).

"Akan kami imbau terus karena ini untuk keselamatan dan kesehatan warga," ujar Idham Azis saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (28/3/2020).

Sejauh ini jajaran Polri dibantu TNI dan stakeholder lainnya sudah membubarkan lebih dari 7031 kegiatan kerumunan warga, baik sekedar nongkrong hingga pesta pernikahan.

Idham Azis menyatakan patroli pembubarkan massa, pentingnya menjaga jarak serta menjelaskan bahaya virus corona ‎tidak bakal putus dilakukan.

Baca: Tata Cara Isolasi Diri di Rumah Seandainya Rumah Sakit Tak Mampu Lagi Tampung Pasien Covid-19

Baca: 7 Langkah Antisipasi Virus Corona Ketika Harus Beraktivitas di Luar Rumah

Terlebih Polri sudah menggelar Operasi Aman Nusa II 2020 selama 30 hari kedepan dalam rangka penanganan virus corona di seluruh wilayah Indonesia.

"Selama operasi, kami koordinasi dengan BNPB, TNI dan Pemda mengedepankan pencegahan, penanggulangan dan penegakan hukum‎," tuturnya.

Baca: Orang Tampak Sehat Tanpa Gejala Berpeluang Tularkan Covid-19 Lebih Masif, Tetaplah di Rumah

Terpisah Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menilai patroli harkamtibmas untuk mencegah menyebarnya virus corona dan pembubaran kerumunan yang dilakukan Polri ‎sudah efektif.

Hal ini karena masyarakat selain segan dengan polisi, juga sudah mengetahui bahaya wabah corona yang disosialisasikan pemerintah dan diberitakan media massa.

"Akan tetapi budaya masyarakat Indonesia yang guyup (rukun kekeluargaan) memang cukup sulit untuk mengubah kehidupan berkelompok menjadi individual," ujar Poengky ‎pada Tribunnews.com.

"Sehingga ketika ada wabah corona dan diminta pemerintah untuk menjaga jarak aman atau physical distancing masih ada saja yang melanggar. Memang butuh aparat keamanan ‎untuk turun berpatroli memberikan himbauan," kata Poengky lagi.

Poengky menambahkan dibutuhkan kedewasaan masyarakat untuk melaksanakan self isolation dengan berdiam di rumah dan bekerja dari rumah.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved