Virus Corona

Raker Virtual, Yasonna Paparkan Data Perlintasan WNA ke Indonesia Selama Pandemi Corona

Yasonna mengungkapkan selama pandemi Covid-19, WNA yang masuk ke Indonesia merosot tajam.

Chaerul Umam/Tribunnews.com
raker virtual Menkumham dengan Komisi III DPR 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menkumham Yasonna Laoly memaparkan data perlintasan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia saat pandemi corona (covid-19).

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR yang digelar secara virtual, Rabu (1/4/2020).

Dalam rapat tersebut, Yasonna mengungkapkan selama pandemi Covid-19, WNA yang masuk ke Indonesia merosot tajam.

Januari 2020, kata Yasonna, WNA asal China yang datang ke Indonesia menempati peringkat pertama.

"Data perlintasan pada bulan Januari tahun 2020 Pak Ketua, dari 10 terbesar warga negara asing yang masuk ke Indonesia, yang pertama itu adalah RRT China sebesar 188 ribu, diikuti Singapura 130 ribu, Australia 120 ribu, Malayasia, India, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Rusia 772 ribu orang," kata Yasonna.

"Tetapi yang keluar justru pada bulan Januari itu lebih besar, yang keluar orang asing itu 788.775 dan China itu juga yang keluar 195.889 ini," imbuhnya.

Pada Februari 2020, WNA China yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan tajam. Hal itu dikarenakan Kemenkumham mengeluarkan aturan pembatasan masuknya WNA dari sejumlah negara termasuk China.

"Setelah kita mengeluarkan Permenkumham Nomor 3 itu langsung pada bulan Februari itu warga negara asing yang masuk ke Indonesia, itu China sudah merosot tajam dan tidak termasuk dalam 10 besar. Yang 10 besar itu Malaysia 91 ribu, Australia, Singapura, Jepang, India, Korea Selatan dan lain-lain," ucap Yasonna.

Selanjutnya, pada Februari 2020, WNA China yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan.

Yasonna mengatakan hal tersebut dampak diterapkannya aturan pembatasan masuknya WNA dari China dan negara lain.

"Setelah kita mengeluarkan Permenkumham Nomor 3 itu langsung pada bulan Februari itu warga negara asing yang masuk ke Indonesia, itu China sudah merosot tajam dan tidak termasuk dalam 10 besar. Yang 10 besar itu Malaysia 91 ribu, Australia, Singapura, Jepang, India, Korea Selatan dan lain-lain," katanya.

Bulan berikutnya, Maret 2020, WNA asal China yang masuk ke Indonesia semakin merosot tajam.

WNA asal China tak lagi masuk 10 besar daftara negara yang masuk ke Indonesia.

"Pada bulan Maret, sama saja dari Tiongkok juga tidak masuk lagi 10 besar dan sudah sangat drop. Yang masuk terbesarnya justri Australia, Malaysia, Singapura, Jepang, India, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, Jerman. Tetapi jumlahnya dalam angka yang lebih kecil," ujarnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved