Virus Corona

Soroti Biaya Penanganan Covid-19, Partai Demokrat Sarankan Potong Anggaran Infrastruktur

Fraksi Partai Demokrat menyoroti tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan virus corona (Covid-19) senilai Rp 405,1 triliun.

Shutterstock
Ilustrasi virus corona.(Shutterstock) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi Partai Demokrat menyoroti tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan virus corona (Covid-19) senilai Rp 405,1 triliun.

Tambahan anggaran itu diterbikan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan.

Sekretaris Bendahara Fraksi Demokrat di DPR, Irwan mengatakan, tambahan anggaran belanja tersebut sebagian berasal dari utang, dana abadi, sisa anggaran lebih dari SILPA (sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan).

Baca: Mengapa Butuh Waktu Lama Menciptakan Vaksin Virus Corona?

"Terkait opsi tambahan belanja dari utang ini saya minta agar ini bukan jadi pilihan pemerintah karena tentu akan menambah beban utang negara," ujar Irwan kepada wartawan, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Menurut Irwan, opsi utang bukan cara terbaik, meski pada 23 Maret 2020 Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman sebesar 300 juta dolar AS untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia melaksanakan reformasi sektor keuangan.

"Ini juga harus bisa dijelaskan pemerintah untuk apa dan masuk kemana karena disetujuinya sebelum ada Perppu," ujar Irwan.

Ia pun menyesalkan, penggunaan dana abadi, apalagi jika anggaran tersebut untuk pendidikan yang sejatinya untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia.

"Sebenarnya ada yang tidak disentuh sama sekali dalam Perppu tentang sumber modal belanja tambahan, yaitu anggaran infrastruktur dan transportasi," papar Irwan.

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved