433 Desa di Indonesia Belum Ada Listrik, Ini Langkah yang Diambil Jokowi

433 desa yang belum berlistrik itu tersebar di 4 provinsi, di Papua 325 desa, Provinsi Papua Barat 102 desa, Provinsi NTT 5 desa, dan Maluku 1 Desa.

Tribunnews/JEPRIMA
Warga saat melakukan pengecekan token listrik prabayar di Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2020). Pemerintah akan membebaskan biaya untuk pelanggan listrik 450 VA selama tiga bulan ke depan sedangkan untuk pelanggan listrik 900 VA akan mendapatkan keringanan berupa potongan harga sebesar 50 persen. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk menyiapkan strategi untuk mengaliri listrik bagi desa yang belum ada listrik.

Jokowi menyebut, saat ini ada 433 desa yang tersebar di empat provinsi di Indonesia yang belum berlistrik.

"433 desa yang belum berlistrik itu tersebar di 4 provinsi, di Provinsi Papua 325 desa, Provinsi Papua Barat 102 desa, Provinsi NTT 5 desa, dan Provinsi Maluku 1 desa," terang Jokowi saat rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (3/4/2020).

Jumlah desa yang belum ada listriknya tersebut memang jauh lebih sedikit dibanding dengan jumlah desa yang ada di seluruh Indonesia yang berjumlah 75 ribu.

Baca: Ini Cara Dapatkan Token Listrik Gratis 450 VA dan Diskon 50% untuk 900 VA, Kunjungi pln.co.id

Namun demikian, menurut Jokowi, permasalahan ini harus segera diselesaikan.

Jokowi meminta desa yang belum dialiri listrik tersebut agar segera dilakukan identifikasi lebih lanjut agar dapat menentukan strategi untuk mengaliri listriknya.

"Saya minta diidentifikasi secara jelas desa mana yang berdekatan dengan desa yang telah berlistrik, desa mana yang jaraknya rumah antar penduduknya berjauhan dan mana yang berdekatan," ujar Presiden.

Baca: Luhut Ungkap Jokowi Selalu Mewanti-wanti Menteri: Saya Punya Tanggung Jawab Besar Pak Luhut

Baca: Cara Mudah Akses Token Listrik PLN Gratis, Hubungi via WhatsApp Langsung Dapat

Dengan pemetaan secara jelas, maka diharapkan penggunaan teknologi yang dipilih nantinya dapat lebih tepat.

"Apakah dengan ekstensi jaringan listrik ataukah dengan pembangunan minigrid seperti micro-hydro, PLTD, ataupun distribusi tabung listrik yang dilengkapi dengan stasiun pengisian energi listrik," jelas Presiden.

Presiden juga meminta agar anggaran, regulasi serta kebijakan investasi disiapkan untuk mendukung program tersebut.

Halaman
123
Berita Populer
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved