Saut Situmorang Minta Kenaikan Gaji Pimpinan KPK Dibatalkan

Saut mengatakan, usulan naik gaji itu sebenarnya agar gaji pegawai KPK juga ikut terkerek.

Tribunnews.com/ Lusius Genik
Eks Wakil Ketua KPK Saut Situmorang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang membenarkan usulan gaji pimpinan naik saat ia menjabat.

Ia mengatakan, usulan naik gaji itu sebenarnya agar gaji pegawai KPK juga ikut terkerek.

"Jadi persoalannya ide awalnya kita mau naikkin gaji staf, tapi kemudian gaji staf itu patokannya gaji pimpinan. Bukan gaji pimpinan, lalu konsultan punya cara menghitung," kata Saut saat dihubungi, Jumat (3/4/2020).

Baca: Ketua KPK Ingatkan Proyek APD Covid-19 Jangan Dikorupsi, Ancamannya Hukuman Mati

Meski begitu, Saut berujar, kenaikkan gaji bukan tanpa polemik.

Para pimpinan KPK jilid IV saat itu sepakat agar usulan naik gaji diterapkan pada era komisioner lembaga antirasuah selanjutnya.

Hal itu, katanya, agar tidak terjadi konflik kepentingan.

"Itu sebabnya dalam rapat saya bilang biar enggak conflict of interest, gaji pegawai itu nanti dinaikkan pada periode berikutnya," katanya.

Namun setelah melihat dinamika KPK pada saat ini, tepatnya ketika Firli Bahuri cs memimpin, Saut menegaskan agar usulan kenaikkan gaji itu dibatalkan.

Apalagi, imbuhnya, setelah UU 30/2002 digantikan UU 19/2019.

"Usulan kan dibuat pada saat UU KPK yang lama, kalau tahu UU seperti sekarang, kagak ridho juga ane," tegas Saut.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved