Virus Corona
Data RI Soal Corona Diragukan, MPR Minta Pemerintah Pusat Mendata hingga ke Klinik
Hal tersebut disampaikan Bamsoet seiring keraguan dunia internasional terhadap data kasus covid-19 di Indonesia.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah pusat, daerah, dan gugus tugas untuk meningkatkan koordinasi dalam mendata pesebaran virus corona atau covid-19.
Hal tersebut disampaikan Bamsoet seiring keraguan dunia internasional terhadap data kasus covid-19 di Indonesia.
"MPR mendorong pemerintah pusat, Pemda, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk aktif dalam mendata persebaran virus covid-19, mulai dari Puskesmas, klinik, dan rumah sakit," ujar Bamsoet dalam siaran persnya, Rabu (8/4/2020).
Baca: 10 Negara dengan Jumlah Pasien Positif Corona Tertinggi di Dunia
Menurut Bamsoet, pemerintah pusat, daerah dan gugus tugas perlu meningkatkan koordinasi dalam menghitung data covid-19, baik orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pemantauan (PDP), positif, hingga jumlah yang meninggal.
"Sehingga data yang disebar luaskan kepada masyarakat adalah data yang valid dan akurat. Hal tersebut membuat pemerintah dapat menentukan sikap atau keputusan yang akan diambil berikutnya," papar Bamsoet.
Selain itu, Bamsoet pun mendorong lemerintah agar terus melakukan rapid test maupun PCR test hingga mencapai target zero infectant.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan kepada pihak yang berwenang jika mengetahui jika ada masyarakat di lingkungannya yang terpapar virus corona," ucap Bamsoet.