Virus Corona
Usai Pandemi Covid-19, Penjualan Properti akan Menggeliat Kembali
Saat ini pengusaha harus bersabar dan membuat strategi dulu sambil berharap pandemi ini bisa segera berlalu
Penulis:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Munculnya wabah pandemi Covid-19 berimbas di industri properti.
CEO Anugerah Sejahtera Group, Benlis Wislon Butarbutar mengakui, munculnya pandemi corona menurunkan penjualan propertinya.
"Saat masa pandemi Covid-19 ini ada penurunan sales, namun itu menjadi tantangan tersendiri bagi kami," kata Benlis dalam keterangannya, Senin (13/4/2020).
AS Group tengah mengembangkan sejumlah properti diantaranya, Ruko dan Soho Plaza de' minimalist di Rawalumbu, Bekasi Barat, Perumahan eksklusif Jagathi Resort Sentul.
Kemudian sewa lahan komersial Cibinong Icon City (Cikon City) di Mayor Oking Cibinong, dan Perumahan de' minimalist Cibinong, Bogor.
Baca: Mengintip Peluang Investasi Properti di Surabaya
Baca: Properti Jadi Sektor Penyokong Ekonomi di Tengah Tren Perlambatan Akibat Corona
Baca: Dukungan Lionel Messi kepada Tenaga Medis dalam Menangani Virus Corona
Pria kelahiran 28 Juni 1975 ini yang gemar olahraga hoki dan futsal ini berkeyakinan, pasca-wabah corona, bisnis properti akan menggeliat kembali.
"Saat ini kita harus bersabar dan membuat strategi dulu sambil berharap pandemi ini bisa segera berlalu," harapnya.
Meski turun di sales, namun dari sisi progres bisnis, AS Group mengalami perkembangan signifikan, seperti peningkatan aset dan proyek properti yang kian beragam dan meluas.
Seiring revolusi industi 4.0, AS Group saat ini tengah mengembangkan pemasaran properti berbasis aplikasi dengan program ASLProperti.
"ASLProperti merupakan sebuah terobosan penting dalam dunia properti dan memudahkan konsumen membeli properti," ungkap Benlis.
Jejaring dan Melantai di Bursa
Hingga saat ini Benlis mengaku terus membangun jejaring sebagai mitra kerjasama/berkolaborasi, baik dengan investor maupun kontraktor.
Ke depan, ia menargetkan perusahaannya bisa go public yang ditandai bisa melantai di bursa efek Indonesia.
"Properti masih menjadi lahan bisnis yang menjanjikan dan memiliki tantangan tersendiri. Itu juga yang membuat saya memutuskan terjun dalam bisnis ini," akunya.
Selain properti, perusahaan juga mengembangkan bisnis manajemen rumah sakit, perikanan, dan ekspedisi.
"Kami akan mengerjakan proyek-proyek yang existing," lanjutnya.