Breaking News:

Virus Corona

Komisi IX Menyayangkan Masih Ada Penumpukan Penumpang KRL saat PSBB

PSBB ini akan efektif, jika semua taat untuk menjaga jarak. Tidak berada di kerumunan, tidak pergi ke keramaian

dok. DPR RI
Saleh Partaonan Daulay. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi IX DPR menyayangkan masih terjadi antrean dan penumpukan penumpang KRL Jabodetabek, saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Anggota Komisi IX Saleh Partaonan Daulay khawatir PSBB yang sudah dijalankan DKI Jakarta beberapa hari lalu tidak akan efektif, karena aktivitas masyarakat di luar rumah masih ramai.

Bahkan, kata Saleh, pagi ini di sejumlah stasiun banyak orang menumpuk dan mengantre untuk naik KRL menuju Jakarta.

Baca: Tanggapan PT KCI Soal Kepadatan Penumpang KRL di Stasiun

Baca: RRI Hadirkan Program Belajar di Pro 2 selama Masa Pandemi Covid-19

“PSBB ini akan efektif, jika semua taat untuk menjaga jarak. Tidak berada di kerumunan, tidak pergi ke keramaian dan semua pihak diharapkan untuk memiliki kesadaran agar sedapat mungkin bekerja di rumah," ujar Saleh kepada wartawan, Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Menurut Saleh, di negara lain aturan tetap di rumah saja, benar-benar ditegakkan oleh semua pihak dan terdapat sanksi maupun denda jika ada yang melanggar.

"Mereka yang tidak mampu, dibantu pemerintah untuk menutupi kebutuhannya. Dengan kondisi seperti itu, orang-orang pada taat pada aturan yang berlakukan," ujar politikus PAN itu.

Di Indonesia, kata Saleh, yang taat pada aturan PSBB hanya sekolah, perguruan tinggi, pertunjukan budaya, konser, olah raga, dan kantor-kantor pemerintah.

Selain itu, ada juga sebagian kegiatan keagamaan.

Di luar itu, warga masyarakat masih tetap melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.

“Jangan sampai, kegiatan keagamaan dilarang, sementara kegiatan lain diperbolehkan. Itu sama dengan melindungi sebagian, membiarkan sebagian. Di samping tidak adil, itu juga dapat mencelakakan banyak orang," kata Saleh.

Dalam konteks ini, Saleh meminta pemerintah untuk tegas dan ketat dalam menegakkan aturan PSBB, serta membantu masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi.

"Anggaran yang ada, harus dialokasikan untuk membantu mereka. Itu adalah tindakan yang mesti dilakukan di tengah situasi sulit seperti sekarang," tutur Saleh.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved