Breaking News:

Sniper KKB Lekagak Telenggen Pakai Senjata Pindad saat Beraksi, Polisi Jelaskan Duduk Perkaranya

SS1 adalah senapan serbu pabrikan Pindad dengan peluru kaliber 5.56 mm dengan jarak tembak hingga 450 meter

facebook/KOMNAS-TNPB
Pimpinan KKB Papua Goliath Tabuni (kiri) dan Lekagak Telenggeng (kanan) 

TRIBUNNEWS.COM, MIMIKA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen belakangan ini menjadi buruan anggota TNI-Polri.

KKB ini belakangan melakukan sejumlah serangan yang mengakibatkan gugurnya anggota TNI.

Baca: Cerita Mahasiswa Papua di Semarang Kaget Didatangi Ganjar, Kurang dari 1 Jam Sembako Tiba di Asrama

Aksi kriminal lainnya yang disebut-sebut dilakukan oleh kelompok ini yakni peristiwa penembakan sopir ojek di Kabupaten Intan Jaya.

Melansir Kompas.com, anggota TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum dikabarkan menembak mati seorang anggota Lekagak Telenggen.

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, anggota KKB itu teridentifikasi sebagai Menderita Walia.

Menderita tewas dalam kontak senjata di Gunung Botak Distrik Tembagapura, Mimika, pada Jumat (10/4/2020).

Paulus menyebut, Menderita merupakan penembak jitu atau sniper dalam KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

"Saudara Menderita ini dikenal sebagai sniper di kelompok Lekagak Talenggeng," kata Kapolda didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab di Aula Mako Brimob Yon B, Kamis (16/4/2020).

Pasukan gabungan menyita satu pucuk senapan laras panjang jenis SS1 yang digunakan Menderita Walia.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved