Profil Kim Jong Un, Pemimpin Korea Utara yang Dikabarkan Meninggal hingga Trending di Twitter
Dirumorkan Meninggal Dunia dan Menjadi Tranding Topic Twitter, Berikut Profil Kim Jong Un, Pemimpin Korea Utara
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini simak profil Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara yang pernah memerintahkan uji coba nuklir dan rudal.
Ramainya rumor Kim Jong Un meninggal telah menjadi trending topic di Twitter #KIMJONGUNDEAD sejak Minggu (26/4/2020), pagi.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi secara resmi dari pemerintah bahwa pemimpin Korea Utara tersebut dinyatakan meninggal.
Kim Jong Un, putra bungsu dari Kim Jong-il dan istri ketiganya Ko Yong-hui lahir pada 8 Januari 1983.
Dilansir bbc.com, Minggu (26/4/2020) setelah kematian ayahnya, Kim Jong Un selalu dipuji sebagai "penerus besar".
Ia dinobatkan secara resmi sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara setelah pemakaman ayahnya pada tanggal 28 Desember 2011, lalu.
Sejak itu, ia telah menunjukkan komitmennya untuk memajukan program senjata Korea Utara dengan cara memerintahkan uji coba nuklir dan rudal.
Baca: Kematian Kim Jong Un Trending, Ini 5 Fakta Sosok Istrinya, Ri Sol Ju: Mantan Artis Punya Anak Segini
Baca: Ramai #KIMJONGUNDEAD: Kabarnya Kim Jong Un Koma karena Dokter Gemetar Ketakutan saat Mengoperasi
Sebelum menjadi pemimpin Korea Utara, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pertama Partai Buruh Korea, Ketua Pertama Komisi Militer Sentral, Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Korea, dan Anggota Presidium Politbiro Partai Buruh Korea.
Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan pribadi Kim Jong Un sampai tayangan televisi seorang wanita tak dikenal yang menghadiri acara dengannya muncul.
Pada Juli 2012, media pemerintah mengumumkan bahwa Kim menikah dengan "Ri Sol-ju" dan telah dikaruniai seorang putri.

Uji coba nuklir dan rudal
Pyongyang mengklaim telah berhasil menguji bom hidrogen miniatur yang dapat dimuat ke rudal jarak jauh.
Jangkauan rudal Korea Utara diketahui juga telah meningkat.
Pada tahun 2017, rezim melakukan uji coba menembakkan beberapa rudal dan mengklaim telah menguji coba rudal balistik antarbenua yang dapat mencapai AS.
Baca: FAKTA-FAKTA Kim Yo Jong yang Diprediksi Kuat Jadi Pengganti Kim Jong Un, Pendidikan hingga Usia
Baca: Trending di Twitter Kim Jong Un Meninggal, Ini Kata Pakar Semenanjung Korea
Hal tersebut mengarah pada peningkatan ketegangan dengan pemerintahan yang dipimpin Donald Trump dan rezim sanksi PBB yang diintensifkan.
Ketika permusuhan antara kedua belah pihak meningkat, Trump dan Kim terlibat dalam perang kata-kata yang semakin berapi-api.
Trump menyebut pemimpin Korea Utara itu "rocket man on a suicide mission", sementara Kim menyebut pemimpin AS itu "mentally deranged US dotard".
Namun setelah itu, Kim Jong Un berusaha memperbaiki hubungan dengan Presiden Trump.

Pada bulan April 2018, kedua pemimpin tersebut mengadakan pembicaraan tatap muka bersejarah di Singapura yang bertujuan untuk denuklirisasi Korea Utara.
Kim kemudian memutuskan untuk menangguhkan semua uji coba rudal dan akan menutup situs uji coba nuklir, karena negaranya telah mencapai "persenjataan nuklir".
Penghentian semua uji coba rudal dan nuklir tersebut disambut secara internasional, tetapi Pyongyang tidak berjanji untuk menyingkirkan senjata yang ada.
Kemudian pada tahun berikutnya, kedua pemimpin tersebut bersama dengan Moon Jae-in Korea Selatan, berpartisipasi dalam pertemuan dadakan di zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan.
Namun, hubungan antara AS dan Korea Utara kemudian memburuk, dan pembicaraan terhenti setelah pemerintahan Trump menolak untuk mencabut sanksi sampai Pyongyang sepenuhnya meninggalkan program nuklirnya.
Pada Januari 2020, Kim Jong Un mengatakan bahwa ia telah mengakhiri penangguhan uji coba rudal nuklir dan mengancam bahwa dunia akan menyaksikan senjata strategis baru.
(Tribunnews.com/Lanny Latifah)