Breaking News:

Virus Corona

Mendikbud Nadiem: Pandemi Ubah Cara Pandang Manusia Terhadap Kesehatan dan Teknologi

Nadiem Makarim menilai pandemi corona akan mengubah cara pandang manusia secara revolusioner terhadap aspek teknologi dan kesehatan.

Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami
Tangkapan layar Webinar Mendikbud Nadiem Makarim 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menilai pandemi corona akan mengubah cara pandang manusia secara revolusioner terhadap aspek teknologi dan kesehatan.

Nadiem bahkan memprediksi, manusia akan lebih menghargai lingkungan, serta memiliki perhatian terhadap aspek kebersihan.

"Cara pandang manusia terhadap teknologi dan kesehatan demi kelangsungan hidup di masa mendatang juga akan berubah. Kita akan lebih menghargai lingkungan dan pentingnya menjaga kebersihan," ujar Nadiem melalui keterangan tertulis, Jumat (10/5/2020).

Baca: Pak Nadiem Makarim, Perhatikan Juga Nasib Siswa Vokasi Selama Pandemi Covid-19

Baca: Mendikbud Nadiem: Tanpa Internet dan Listrik, Pemerataan Pendidikan Tidak Akan Tercapai

Termasuk dalam aspek pendidikan, menurutnya pandemi ini juga memaksa semua pihak keluar dari zona nyaman. Para insan pendidikan kemudian beradaptasi dan berinovasi menciptakan cara kerja baru.

Selain itu, menurutnya peran penting teknologi dalam mendukung pembelajaran akan semakin nyata dalam dunia pendidikan.

"Belajar dari elemen-elemen yang mungkin kurang menyenangkan dalam online learning itu menjadi umpan balik kepada kementerian, pada dinas, guru dan kepala sekolah mengenai apa elemen yang patut kita gunakan di teknologi dan mana elemen yang mungkin negatif," tutur Nadiem.

Baca: Diminta Perbaiki Kurikulum Pendidikan Karakter, Ini Jawaban Nadiem Makarim

Sebelumnya, Nadiem menilai konektivitas sangat dibutuhkan untuk proses pemerataan pendidikan di Indonesia.

Konektivitas tersebut, menurut Nadiem adalah pemerataan akses internet dan listrik. Menurutnya, keduanya merupakan syarat minimal untuk mencapai pemerataan pendidikan.

"Yang sudah pasti tanpa konektivitas artinya internet dan listrik. Proses pemerataan pendidikan kita tidak mungkin tercapai, itu minimum," ujar Nadiem dalam diskusi virtual, Rabu (6/5/2020).

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved