Jumlah Keluarga Miskin Diprediksi Meningkat akibat Pandemi Covid-19
BPS mencatat angka kemiskinan di Indonesia pada September 2019 mencapai 24,79 juta orang atau 9,22 persen dari jumlah penduduk.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Juliari P Batubara menyebut ada prediksi jumlah keluarga miskin akan bertambah akibat pandemi Covid-19 atau virus corona ini.
Juliari memaparkan, berdasarkan lembaga survei, angka kemiskinan bisa mencapai 10 hingga 12 persen.
"Beberapa lembaga survei, ada yang 10 persen, sekian persen. Ada yang ekstrem 12 persen," kata Juliari melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (8/5/2020).
Namun, Juliari mengatakan pemerintah belum bisa memberikan data resmi soal prediksi kenaikan angka kemiskinan.
Pasalnya, pemerintah sedang melakukan pendataan terhadap angka kemiskinan tersebut. Termasuk, menghimpun data kemiskinan dari tingkat terbawah yaitu RT/RW.
Baca: Cuma Butuh 5 Bahan Saja, Potato Fish Cake Cocok Jadi Menu Buka Puasa Praktis
"Saya sampaikan belum bisa memberikan angka pasti karena masih berjalan, akan meningkat jumlahnya," jelas Juliari.
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Indonesia pada September 2019 mencapai 24,79 juta orang atau 9,22 persen dari jumlah penduduk.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengamini angka kemiskinan akan naik menjadi 10-12 persen akibat Pandemi Covid-19.
"Kalau perkiraan atau proyeksi sudah disebut ada kenaikan 10-12 persen, angka kemiskinan sekarang 9,2 persen yang terakhir itu perkiraan sedangkan kita ini bicara yang nyata," kata Muhadjir.
Saat ini pemerintah menurut Muhadjir masih menghimpun data warga tidak mampu dari Rt/RW.
Pemerintah nantinya akan memberikan bantuan pada masyarakat miskin yang masuk dalam Data Terpadu kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non DTKS.
"Sekarang dalam proses menghimpun data-data langsung dari RT/RW kita akan olah untuk DTKS makanya dalam bantuan sosial yang dilakukan lewat Mensos dan Mendes ada yang dari DTKS dan non-DTKS dihimpun dari RT/RW," tuturnya.
Baca: Agar Tak Melar Selama Ramadhan, Ikuti 8 Tips Ini Agar Tubuhmu Tetap Sehat
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengamini lonjakan angka kemiskinan.
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah sebelumnya menargetkan penurunan angka kemiskinan mencapai 8,5 persen sampai 9 persen untuk target 2020.
Namun, dalam sidang kabinet dibahas jumlah angka kemiskinan akan naik gara-gara munculnya corona di Indonesia pada Maret.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/angka-kemiskinan-indonesia-bertambah-imbas-covid-19_20200415_164624.jpg)