Jumat, 29 Mei 2026

Respons Pimpinan Komisi III DPR RI Sikapi Aksi Polisi Pamer Senjata

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta seluruh aparat kepolisian untuk bijak menggunakan senjata api.

Tayang:
kolase tribunnews
Viral video polisi kokang senjata 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta seluruh aparat kepolisian untuk bijak menggunakan senjata api.

"Harus bijak dalam menggunakan senjata, bukan untuk dipakai untuk gagah-gagahan di depan publik, walaupun hanya bercanda," ucap Sahroni kepada wartawan, Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Hal tersebut disampaikan Sahroni, karena baru-baru ini tersebar luas di media sosial sebuah video yang menampilkan seorang polisi muda dengan membawa senjata sembari berkata “pacar mu ganteng, kaya?” sambil mengokang senjata dinasnya itu.

Baca: Anies Terbitkan Pergub, Keluar atau Masuk Jakarta Harus Urus Izin Secara Online

Hal ini kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya di-upload di Twitter oleh akun Twitter @kapnsarjana dengan dibarengi caption berbunyi “Mohon untuk bpk @DivHumas_Polri kasih tau anak didik njenengan pak, tidak usah sombong sama rakyat, anak didik, juga kalian digaji oleh uang pajak rakyat,".

Terkait kejadian ini, polisi yang ada di video tersebut kemudian melaporkan akun @kapansarjana ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Baca: 11 Pemain Pilihan Marco Motta, dari Buffon, Andrea Pirlo hingga Francesco Totti

Belakangan diketahui bahwa sosok polisi dalam video tersebut berinisial Bripda GAP dan merupakan seoarang anggota Unit 1 Subditgasum Direktorat Samapta Polda Metro Jaya.

Sahroni menyayangkan jika cuitan tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian, karena hal tersebut merupakan hal biasa dan senjata bukan untuk gagah-gahanan.

Baca: Keguguran, Jane Shalimar Merasa Bersalah dan Berkali-kali Minta Maaf ke Suaminya

"Itukan hanya postingan biasa saja, polisi juga jangan antikritik. Lagi pula memang senjata itu tanggungjawabnya besar, bukan cuma untuk keren-kerenan atau ganteng-gantengan,” katanya.

Sahroni meminta, sebagai polisi muda, harusnya mereka dapat menjadi teladan di masyarakat dan menghindari terciptanya kegaduhan yang tidak perlu.

“Polisi muda itu harusnya menjadi panutan untuk masyarakat, bukan membuat kegaduhan dengan menyalahgunakan senjata dinasnya. Saya juga meminta kepada Polri agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," ujarnya.

Respons Kompolnas

 Kompolnas menyoroti viralnya sebuah video anggota polisi Polda Metro Jaya yang melontarkan kata 'Pacar kamu ganteng, kaya... bisa gini?' sambil mengokang senjata yang dipegangnya.

Menurut Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti langkah Propam Polda Metro Jaya yang langsung memeriksa Bripda GAP, anggota unit 1 Subditgasum Direktorat Samampta Polda Metro Jaya sudah tepat.

Dimana menurut pengakuan Bripda GAP, dia melakukan itu hanya iseng dan mengunggah di status WA tanpa mengirimkan ke siapapun atau mengunggah di media sosial.

Baca: Videonya Viral, Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Jalur Pantura Dipicu Bunyi Klakson

Entah bagaimana caranya, tiba-tiba video tersebut dapat disebarluaskan di Twitter oleh sebuah akun, sehingga memancing pro dan kontra netizen.

"Saya melihat perbuatan Bripda GAP sebagai perbuatan iseng dan gaya-gayaan anak muda. Apalagi baru masuk jadi polisi dan mendapat tugas pengawalan sehingga diberi kewenangan membawa senjata. Meski hanya jadi status WA, tapi orang yang melihat dapat menganggap sebagai pamer," ungkap ‎Poengky dalam keterangannya, Jumat (15/5/2020).

Baca: Kasus Garuda Indonesia, KPK Banding Vonis Hakim terhadap Soetikno Soedarjo

Karenanya Poengky memandang sudah tepat Propam Polda Metro Jaya melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan.

Langkah kedepan, Poengky berpendapat Bripda GAP dan rekannya yang merekam perlu dibina dan diarahkan.

"Karena masih muda dan baru di Kepolisian, yang bersangkutan perlu dibina dan diarahkan untuk berhati-hati menggunakan atribut-atribut Kepolisian dalam penggunaan pribadi di WA atau media sosial lainnya. Meski dimaksudkan untuk konsumsi pribadi, tetapi pada masa kini dimana kemajuan teknologi demikian pesat, kita terkadang tidak mampu mengontrol media sosial kita sendiri," tegasnya.

Baca: Polisi di Jeneponto Langsung Serahkan Diri Usai Tembak Istri dan Anggota TNI

Dengan adanya kasus yang viral ini, Poengky menyebut seluruh anggota Polri perlu untuk terus mengingat bahwa ketika sudah menggunakan atribut lembaga, tidak boleh digunakan untuk iseng, main-main, gaya-gayaan, dan pamer.

Lebih lanjut dengan viralnya video di twitter, maka Bripda GAP berhak untuk melaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro.

Poengky merasa adanya kritikan dari netizen pada video itu maksudnya baik agar polisi tidak arogan.

"Ingat, di masa kemajuan teknologi ini kita semua harus berhati-hati dan bijak dalam menggunakannya. Maka saya berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan baik," katanya.

Poengky menambahkan ‎reformasi Kultural Polri masih berjalan. Apa yang terjadi ini menunjukkan masih pentingnya Reformasi Kultural Polri dipahami dan dilaksanakan oleh pimpinan dan seluruh anggota Polri, yaitu agar menghilangkan arogansi, pamer, kekerasan berlebihan.

Pimpinan dan anggota Polri harus lebih menunjukkan Polri yang profesional dan humanis.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved