Polda Metro Jaya Masih Selidiki Kasus Suap THR Pejabat Kemendikbud

Yusri menyatakan belum bisa membeberkan penyelidikan kasus suap tersebut sebab berkas baru diterima oleh Polda Metro Jaya pada Jumat kemarin.

Igman Ibrahim
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat memegang uang palsu (black dollar) dari hasil penipuan WNA Asal Kamerun. (Igman Ibrahim/Tribunnews.com) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus suap tunjangan hari raya (THR) pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas kasus suap tersebut kepada Polda Metro Jaya.

Saat ini, kasus itu ditangani oleh Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya.

"Sekarang masih didalami penyidik mencari dugaan peristiwanya seperti apa," kata Yusri kepada wartawan, Sabtu (23/5/2020).

Yusri menyatakan belum bisa membeberkan penyelidikan kasus tersebut lebih lanjut. Sebab, berkas tersebut baru diterima oleh Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2020) kemarin.

"Sekarang masih pendalaman," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan kasus suap tunjangan hari raya (THR) pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke Polri.

Padahal, KPK sempat menangkap Kabag Kepegawaian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dwi Achmad Noor yang diduga telah menyerahkan uang THR kepada sejumlah pejabat Kemdikbud.

Baca: Peringatan Dini BMKG Sabtu, 23 Mei 2020: Waspada Wilayah Hujan Lebat dan Hujan Petir

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (20/5/2020) itu, KPK juga sempat menyita barang bukti berupa uang sebesar 1.200 dolar AS dan Rp 27.500.000.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved