Breaking News:

Virus Corona

MUI Sebutkan Opsi Lakukan Salat Jumat Sesuai Physical Distancing saat New Normal

Menurutnya, jaga jarak fisik perlu terus dijaga, mengingat saat salat Jumat jumlah jamaah yang datang akan membeludak

Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami
Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas saat ditemui di Kantor Pusat MUI. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, pembukaan masjid untuk beribadah harus sesuai dengan protokol kesehatan virus corona atau Covid-19.

Anwar mengatakan, salah satunya physical distancing atau jaga jarak fisik.

Baca: Tahun Ajaran Baru, Disdik DKI Tegaskan Kegiatan Belajar di Sekolah Masih Ditutup

Menurutnya, jaga jarak fisik perlu terus dijaga, mengingat saat salat Jumat jumlah jamaah yang datang akan membeludak.

"Di hari Jumat biasa saja masjid yang ada sudah tidak muat, apalagi kalau jarak antara jamaah yang satu dengan lainnya minimal berjarak satu meter," kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/9/2020).

"Tentu hal ini adalah tidak mungkin dan jelas akan sangat menyusahkan para jamaah," ujar Anwar.

Anwar mengatakan, pihaknya akan mempelajari fatwa mengenai tata cara salat Jumat yang sesuai dengan kaidah jaga jarak fisik.

"Oleh karena itu, saya akan menyampaikan kepada komisi fatwa untuk mempelajari kemungkinan pelaksanaan salat Jumat di tengah wabah Covid-19 ini," ucap Anwar.

Menurutnya, terdapat opsi pelaksanaan salat Jumat dibagi menjadi tiga gelombang.

Dia member contoh, gelombang pertama pukul 12.00 WIB.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved