Breaking News:

Ade Armando: Harusnya Din Syamsuddin yang Minta Maaf ke Publik

"Kalau saya diminta untuk menarik ucapan saya dan meminta maaf ke Din Syamsuddin saya menolak," ujar Ade

KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akademisi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando menolak untuk meminta maaf kepada Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin karena menyebutnya dungu.

Diketahui, Ade menyinggung nama Din Syamsuddin di akun Facebook-nya.

Baca: Menaker Ida Pastikan Tenaga Medis Hingga Relawan Covid-19 Dilindungi JKK

Dalam postingan itu, Ade menulis, "isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat".

"Kalau saya diminta untuk menarik ucapan saya dan meminta maaf ke Din Syamsuddin saya menolak," ujar Ade ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (2/6/2020).

"Harusnya Din Syamsuddin yang meminta maaf ke publik dan pemerintah Indonesia menurut saya," kata Ade.

Ade meminta Din Syamsuddin untuk meminta maaf atas dua pernyataan yang bersangkutan.

Pertama, terkait pernyataan Din Syamsudin yang dianggap Ade menuduh pemerintah bergembira di atas rakyat yang menderita di tengah pandemi Covid-19, karena BPIP menyelenggarakan konser virtual penggalangan dana untuk membantu korban terdampak Covid-19 pada 17 mei lalu.

Kedua, Din Syamsuddin dianggap Ade telah menyatakan pemerintah Indonesia memenuhi syarat untuk dimakzulkan.

Pernyataan itu diungkap Din Syamsuddin dalam webinar 'Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19'.

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved