Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Rocky Gerung: New Normal Artinya Dinormal-normalkan Sesuatu yang Sebetulnya Belum Normal

Pengamat Politik Rocky Gerung turut memberikan komentarnya terkait fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi Covid-19.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petuagas berjaga di depan tenant di Central Park Mall, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Menjelang penerapan tatanan normal baru (new normal), pusat perbelanjaan tersebut mulai kembali beroperasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mewajibkan pemakaian masker bagi semua pengunjung, physical distancing dan pengukuran suhu tubuh sebelum masuk serta penerapan inovasi baru yaitu konsep touchless experience. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung turut memberikan komentarnya terkait fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi Covid-19.

Rocky mengatakan, sebenarnya Indonesia bisa siap setiap saat untuk menerapkan new normal.

Namun, lanjut dia, dengan asumsi bahwa puncak pandemi Covid-19 di Indonesia sudah dilalui.

Hal itu disampaikan Rocky dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (1/6/2020).

"Semua tergantung kita sudah klimaks atau belum, supaya bisa masuk pada new normal."

Pengamat Politik Rocky Gerung dalam channel YouTube Resonansi TV, Jumat (10/1/2020).
Pengamat Politik Rocky Gerung dalam channel YouTube Resonansi TV, Jumat (10/1/2020). (YouTube Resonansi TV)

"Nah, sekarang pemerintah belum punya data tentang klimaks-nya, tiba-tiba bikin new normal," terang Rocky.

Rocky juga menyinggung soal konsultasi yang dilakukan pemerintah dengan epidemiologi dan virologi.

Menurut dia, dalam hal ini, tidak ada keterbukaan dari pemerintah terkait bagaimana analisis epidemiologi dan virologi.

"Lalu juru bicara istana segala macam mengatakan, 'kami sudah konsultasi dengan epidemiologi dengan virologi'."

"Kalau saya tanya misalnya siapa namanya epidemiologi itu? juru bicaranya akan bilang 'ya itu urusan kami dengan dunia profesi dengan dunia akademisi'."

"Lho ini adalah pandemi, semua orang akan tahu epidemiologi disewa atau sekadar epidemiologi yang menjalankan survei bahkan survei-nya kualitatif," jelas Rocky.

Baca: Lama Tak Terdengar, Ini Kesibukan Rocky Gerung yang Kini Tinggal di Pinggir Hutan Selama Pandemi

Rocky mengatakan, publik harus mengetahui siapa epidemiologi yang diajak berdiskusi dengan pemerintah terkait Covid-19.

Sebab, menurut dia, beberapa epidemiologi lain mengatakan bahwa, saat ini Indonesia masih mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan.

"Jadi didalam kekacauan itu orang akan menganggap new normal artinya dinormal-normalkan sesuatu yang sebetulnya belum normal, jadi tidak secara natural new normal itu" ungkap Rocky.

"Jadi cuma pindah-pindah narasi padahal faktanya tetap sama yaitu corona masih merajalela," imbuhnya.

Rocky beranggapan, istilah new normal ini sengaja dibuat karena saat ini di dunia tengah berupaya menerapkan new normal.

"Sehingga Indonesia merasa akan ketinggalan kalau nggak ikut new normal," kata Rocky.

Baca: Ngaku Bukan Pro Anies Baswedan, Rocky Gerung Terus Layangkan Pujian: Bupati Tahu Anies yang Benar

Padahal, lanjut dia, dunia masuk pada new normal setelah mereka mengalami puncak kasus Covid-19.

Selain itu juga kurva kasus Covid-19 sudah mulai menunjukkan perbaikan, maka beberapa negara di dunia mulai menerapkan new normal.

Menurut dia, hal itu berbeda dengan Indonesia, yang tidak ada keterangan pasti dari epidemiologi terkait kasus Covid-19.

Bahkan, jika dilihat dari penambahan kasusnya, peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Diberitakan sebelumnya, new normal digaungkan di tengah pandemi virus corona yang kian meluas dan menginfeksi jutaan orang di dunia, termasuk Indonesia.

Baca: Delapan Poin Panduan Salat Berjamaah di Masjid di Masa New Normal dari MUI DKI Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk dapat hidup berdamai dengan Covid-19.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita, mengatakan new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal.

Namun, perubahan ini ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

Baca: Masuki New Normal, Ini Langkah Kemendikbud Menunjang Proses Pendidikan

Yakni mengedepankan pola hidup bersih serta sehat seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Menjaga jarak fisik pada saat kontak dengan orang lain atau penerapan physical distancing.

Serta membiasakan menggunakan masker pada saat ke luar rumah.

Simak video lengkapnya:

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan