Breaking News:

Tanggapi Pendapat Rizal Ramli soal 'Presidential Threshold', Fadli Zon: Yang Terbaik Nol Persen

Anggota DPR Fadli Zon memberi tanggapan atas pendapat Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli soal ambang batas pencalonan presiden

kolase tribunnews
Fadli Zon dan Rizal Ramli 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota DPR Fadli Zon memberi tanggapan atas pendapat Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli soal ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT).

Dalam postingan di akun twitternya, Rizal Ramli mendukung upaya Rocky Gerung dan Dosen Hukum Tata Negara UGM, Zainal Arifin Mochtar yang akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terkait ketentuan ambang batas pencalonan presiden. 

"Saya dukung upaya tersebut. Threshold itu pada hakekatnya alat bagi oligarki untuk mempertahankan kekuasaaanya. Mereka tidak menghendaki putra putri terbaik bangsa menjadi pemimpin," demikian pernyataan Rizal Ramli.

Selain itu, Rizal Ramli juga menyebut PT menjadi 'sekrup meperasan', alat untuk memaksa calon bupati/walikota membayar Rp 10 miliar-50 miliar, gubernur Rp 50 miliar-Rp 200 miliar, dan presiden Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun upeti kepada partai-partai.

Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli menjawab pertanyaan wartawan usai memenuhi panggilan KPK sebagai saksi terkait kasus BLBI di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019). Mantan Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) era Kepresidenan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu dipanggil KPK terkait kapasitasnya sebagai Ketua KKSK periode 2000-2001. Tribunnews/Irwan Rismawan
Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli menjawab pertanyaan wartawan usai memenuhi panggilan KPK sebagai saksi terkait kasus BLBI di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019). Mantan Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) era Kepresidenan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu dipanggil KPK terkait kapasitasnya sebagai Ketua KKSK periode 2000-2001.  (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Rizal menyebut hal itu sebagai basis demokrasi kriminal.

Menanggapi cuitan Rizal Ramil, Fadli Zon memberi tanggapan. 

Baca: Ikutan Posting Foto Wisuda SMA, Fadli Zon Pamer Nilai Tertinggi dan Lulus dengan Summa Cum Laude

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu menilai, ambang batas pencalonan sebaiknya memang nol persen. 

Namun, jika harus dibatasi, ia mengusulkan sebesar 10 persen. 

Hal itu agar lebih banyak calon yang bisa dipilih oleh rakyat. 

"Menurut sy yg terbaik presidential threshold nol persen, tp kalau harus ada pembatasan ya maksimum 10 persen. Agar lebih banyak pilihan di meja hidangan demokrasi," tulis Fadli Zon, Selasa (9/6/2020). 

Halaman
123
Penulis: Daryono
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved