Breaking News:

Virus Corona

Atasi Dampak Covid-19 di Sektor Pendidikan, Softex Indonesia Bangun Kembali 3 Sekolah

Softex Indonesia berkomitmen untuk membangun kembali 3 sekolah di Lombok, Flores dan Sumba.

Istimewa
(Dari kiri) Chief Sales Officer Pt Softex Indonesia Djali Halim, Development Director HHI Lusman Yunarto, Chief Financial Officer PT Softex Indonesia Christianto Tedjawidjaja pada penandatanganan MoU pembangunan sekolah di kantor PT Softex Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan dampak serius pada peserta didik di Indonesia terutama bagi mereka yang tinggal di daerah tertinggal dimana pembelajaran sistem daring masih terbatas.

Mengikuti pelajaran secara fisik ke sekolah masih menjadi proses pelaksanaan pembelajaran yang efektif untuk anak-anak peserta didik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Softex Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus membantu peningkatan kualitas sektor pendidikan pada masa pandemi Covid-19 dengan bekerjasama dengan organisasi nirlaba Happy Hearts Indonesia (HHI).

Softex Indonesia berkomitmen untuk membangun kembali 3 sekolah di Lombok, Flores dan Sumba.

Sejak 2018, Softex Indonesia telah banyak membantu kegiatan Happy Hearts Indonesia dan membangun kembali 3 sekolah di Karawang (Jawa Barat), Sidoarjo (Jawa Timur) dan Flores (NTT).

Baca: Fakta Video TikTok Viral Pejabat Bondowoso dengan Perempuan di Meja, Ngaku Khilaf dan Tidak Mesum

"Kami percaya semua anak harus memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang baik. Inilah yang melandasi Softex Indonesia bermitra dengan Happy Hearts Indonesia untuk menyediakan fasilitas Pendidikan yang layak. Kami harap bantuan yang kami berikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan membuat para siswa semakin semangat belajar," jelas Chief Financial Officer PT Softex Indonesia, Chrisdianto Tedjawidjaja usai penandatanganan MoU pembangunan sekolah dengan Happy Hearts Indonesia di kantor PT Softex Indonesia.

Development Director HHI, Lusman Yunarto, dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2020), menjelaskan bahwa kebutuhan akses pendidikan di NTT masih sangat tinggi terutama pada masa pandemi ini.

Rendahnya penguasaan teknologi dan keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan menghambat efektivitas pembelajaran peserta didik.

Softex Indonesia memberikan donasi ribuan pembalut dan pantyliner untuk pejuang berita pandemi Covid-19 yang ada di Kompas Gramedia grup.
Softex Indonesia memberikan donasi ribuan pembalut dan pantyliner untuk pejuang berita pandemi Covid-19 yang ada di Kompas Gramedia grup. (Softex Indonesia)

"Dengan adanya bangunan sekolah yang dilengkapi dengan ruang kelas dan diisi dengan sarana pendidikan yang memadai, serta fasilitas sanitasi dan program pendukung lainnya, seperti pelatihan guru, upaya ini sangat membantu peserta didik dan guru dalam pelaksanaan pembelajaran," jelas Lusman.

Selama sekolah masih tutup pada masa pandemi ini, Softex Indonesia dan HHI berharap sekolah yang nantinya akan dibangun kembali bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong produktivitas demi memberantas kemiskinan.

Baca: 20 ASN Pemkot Semarang Positif Corona, Ganjar Pranowo Perintahkan Tracing: Saya Minta Kejar Semua

Upaya ini menjadi salah satu bagian pemulihan dampak COVID-19 pada sektor pendidikan serta mengembalikan produktivitas sumber daya manusia setempat, serta investasi pendidikan yang berkelanjutan.

Softex Indonesia juga telah menyalurkan donasi dalam bentuk distribusi produk kesehatan dan kebersihan, serta makanan pokok dan siap saji.

Upaya ini membuah hasil penghargaan "Top Corporate Social Responsibility Award of the Year 2020" untuk kategori kegiatan penanganan COVID-19 dari Tras N Co Indonesia dan Infobrand.id media.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved