Minggu, 17 Mei 2026

Prabowo Sebut Orang Desa Tak Pakai Dolar Kala Rupiah Makin Melemah, Ekonom: Bapak Salah!

Ferry Latuhihin menyebut, pernyataan Prabowo soal rakyat desa tidak memakai dolar sehingga tidak terpengaruh melemahnya Rupiah salah besar.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi kritikan tentang melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang dikhawatirkan menyebabkan ekonomi Indonesia kolaps, dengan bilang "Rakyat di desa nggak pakai dolar."
  • Pernyataan Prabowo tersebut langsung tegas disalahkan oleh pengamat ekonomi Prof. Ferry Latuhihin.
  • Ferry menilai, Prabowo salah jika menganggap rakyat desa tidak memakai dolar sehingga tidak terpengaruh melemahnya Rupiah salah besar.

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat ekonomi Prof. Ferry Latuhihin menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai nilai tukar Rupiah yang semakin melemah belakangan ini.

Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah mencetak rekor paling lemah terbaru pada Jumat (15/5/2026) siang pukul 12.00 WIB kemarin, yakni menyentuh Rp17.601 per dolar AS.

Sebelumnya, Rupiah sempat bertengger di salah satu titik terlemah sepanjang sejarah juga, yakni saat penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026), di mana Rupiah ditutup di level Rp 17.529 per dolar AS.

Menurunnya nilai tukar Rupiah menuai sejumlah sorotan dan kritikan dari berbagai pihak yang mengkhawatirkan situasi ekonomi Indonesia akan kolaps.

Menanggapi kritikan tersebut, Prabowo justru percaya diri menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman, bahkan dibandingkan dengan negara lain. 

Ia optimis, Indonesia mendapat karunia banyak dari Tuhan.

Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) itu juga bilang masyarakat di pedesaan tidak memakai dolar.

"Saya yakin sekarang ada yang selalu, itu apa saya nggak mengerti ya, sebentar sebentar Indonesia akan kolaps, akan chaos, akan apa, iya kan?" ujar Prabowo saat berpidato dalam peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pagi.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"

"Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa."

Baca juga:  Kelakar Prabowo pada Titiek Soeharto hingga Purbaya soal Nilai Tukar Rupiah

Ekonom Sentil Prabowo yang Bilang Rakyat Desa Tak Pakai Dolar: Salah, Pak!

Ferry Latuhihin tegas menyatakan bahwa pernyataan Prabowo yang menyebut rakyat desa tidak memakai dolar sehingga tidak terpengaruh melemahnya Rupiah salah besar.

Kata Ferry, melemahnya nilai tukar Rupiah dan kenaikan dolar berdampak pada semua lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di pedesaan meski tidak memegang dolar.

"Salah Pak, kalau dolar naik semua orang kena, Pak. Orangutan juga kena, Pak," kata Ferry, dikutip dari video yang diunggah di akun media sosial X (dulu Twitter) milik founder lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio, @satriohendri, Sabtu (16/5/2026).

Kemudian Ferry menyebut bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk berbagai kebutuhan penting, seperti bahan bakar minyak (BBM), kedelai, gula, bahkan jagung dan beras.

Kata Ferry, semua barang yang diimpor dibayar dengan menggunakan dolar. Maka, harga barang impor akan ikut semakin mahal jika nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS melemah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved