Breaking News:

Prakiraan Cuaca

BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Kamis, 18 Juni 2020: Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia untuk Kamis, 18 Juni 2020.

Pixabay/Pexels
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia untuk Kamis, 18 Juni 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia untuk Kamis, 18 Juni 2020.

BMKG memperkirakan sejumlah wilayah berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga disertai angin kencang.

Pulau Jawa berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat.

Sedangkan untuk wilayah Nusa Tenggara Barat dan Papua Barat diperkirakan terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang, kilat/petir.

Baca: BMKG: Peringatan Dini Cuaca Kamis 18 Juni 2020, Potensi Pembentukan Awan Hujan di Berbagai Daerah

Baca: Peringatan Dini BMKG, Kamis 18 Juni 2020: 22 Wilayah Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem

Sesuai informasi pada laman web.meteo.bmkg.go.id, Deputi Bidang Meteorologi, Rabu (17/6/2020), menyampaikan adanya sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudera Hindia Barat Sumatera membentuk konvergensi memanjang dari Sumatera Barat hingga Samudera Hindia Barat Sumatera.

Terdapat juga sirkulasi siklonik lainnya di Utara Pulau Kalimantan yang membentuk konvergensi memanjang dari Laut Natuna hingga Utara Kalimantan Utara dan dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Barat bagian Utara.

Hal itu mampu menginduksi kecepatan angin di sekitarnya (low level jet) mencapai lebih dari 25 knot yaitu di Laut Banda bagian Selatan dan di Laut Arafuru bagian Utara.

Kondisi ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan di sekitar wilayah sirkulasi dan konvergensi tersebut dan meningkatkan ketinggian gelombang di perairan laut Banda, Laut Maluku dan Laut Timor.

Daerah perlambatan kecepatan angin/konvergensi juga teramati memanjang dari Sumatera Utara hingga Malaysia, dari Jawa Tengah hingga Sumatera Selatan, dari Maluku hingga Sulawesi Tengah dan di Papua.

Kondisi itu memberikan potensi pembentukan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved