Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

DKPP: Jangan Sampai Pilkada Menjadi Cluster Penyebaran Covid-19

dia mengingatkan, pentingnya penerapan protokol kesehatan di semua tahapan Pilkada.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Mantan Sesmenpora, Alfitra Salamm memberikan keterangan saat sidang lanjutan kasus dugaan suap di Kemenpora dengan terdakwa Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020). Sidang mantan Menpora itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi yakni mantan Sesmenpora, Alfitra Salamm. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Alfitra Salamm, meminta pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menerapkan protokol kesehatan selama penyelenggaraan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Menurut dia, upaya tersebut perlu dilakukan mengingat tahapan Pilkada 2020 digelar pada masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

"Kami harap penyelengara pemilu utamakan protokol covid. Kami berharap protokol berjalan tepat sehingga pemilu atau pilkada ini tidak menjadi cluster penyebaran covid selanjutnya," kata dia, di acara penyerahan data pemilih pemula tambahan dan launching pemilihan serentak 2020 yang digelar di kantor KPU RI, pada Kamis (18/6/2020) siang.

Meskipun pesta demokrasi rakyat di tingkat daerah digelar pada saat pandemi Covid-19, namun, dia mengingatkan, kepada penyelenggara pemilu agar tingkat partisipasi pemilih tidak menurun.

Jika, melihat penyelenggaraan Pilkada sebelumnya mulai dari tahun 2015, maka angka partisipasi pemilih berada di margin 64-74 persen. Sekitar 69 persen (2015), 74 persen (2017), dan 73,24 persen (2018).

Baca: Jadi Klaster Penularan Virus Corona, Polisi Tambah Personel di Pasar Tradisional

Sebagai upaya menjaga agar tingkat partisipasi pemilih tidak menurun, kata dia, maka KPU RI harus gencar melakukan sosialisasi kepada pemilih.

"Kami meminta KPU RI sosialisasi. Karena (masyarakat,-red) memprioritaskan kesehatan. Pilihan politik dan kesehatan menjadi pertimbangan. Jangan sampai partisipasi pilkada di daerah merosot akibat ketakutan masyarakat memilih," ujarnya.

Untuk itu, dia mengingatkan, pentingnya penerapan protokol kesehatan di semua tahapan Pilkada.

"Kami harap pemilih nyaman. Masyarakat antusias," tambahnya.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid Thantowi, optimistis partisipasi pemilih tinggi di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 meskipun pesta demokrasi rakyat itu di gelar pada saat pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved