Breaking News:

Buronan FBI

Mami Pemasok Gadis di Bawah Umur kepada Buronan FBI Russ Medlin Raih Untung Rp 20 Juta

Mami itu memasok gadis di bawah umur kepada Russ Medlin sejak Februari 2020 lalu. Dari kejahatannya itu, pelaku telah meraup keuntungan Rp 20 juta.

AFP/BAY ISMOYO
Orang yang dicari di Amerika Serikat oleh Federal Bureau of Investigation (FBI), Russ Medlin (tengah belakang), ditunjukkan kepada wartawan saat rilis kasus Buronan FBI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/6/2020). Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil menangkap buronan FBI bernama Russ Albert Medlin terkait kasus penipuan investasi saham bitcoin di negaranya, dan di Indonesia Medlin ditangkap atas kejahatan prostitusi anak di bawah umur (pedofilia). AFP/BAY ISMOYO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus mengatakan muncikari pemasok gadis di bawah umur kepada buronan FBI Russ Albert Medlin meraup keuntungan puluhan juta rupiah dari kegiatannya tersebut.

Yusri mengatakan tersangka yang akrab disapa Mami itu memasok gadis di bawah umur kepada Russ Medlin sejak Februari 2020 lalu.

Dari kejahatannya itu, pelaku telah meraup keuntungan hingga Rp 20 juta.

"Selama Februari 2020 ini, dia sudah menerima sekitar kurang lebih Rp 20 juta. Dari jasa dia yang diberikan RAM untuk bisa menghadirkan wanita di bawah umur ke tempatnya RAM," kata Yusri kepada wartawan, Minggu (21/6/2020).

Yusri menambahkan, pelaku mengaku kepada pihak kepolisian memasok anak di bawah umur hampir setiap minggu. Kejahatan tersebut telah dilakukannya sejak Februari 2020 lalu.

"Berdasarkan pengakuan setiap minggu dihadirkan sekitar 2 sampai 3 anak di bawah umur dan ini masih terus kita dalami," jelasnya

Dia menuturkan, pelaku juga mengaku baru memasok anak di bawah umur sebanyak 10 orang kepada Russ Medlin.

Baca: Sang Muncikari Pasok 3 Anak di Bawah Umur Setiap Minggu kepada Russ Albert Medlin

Baca: Kakek di Kebumen Mendadak Kejang, Kemudian Meninggal Saat Kencani Perempuan

"Kita tanya berapa korban yang pernah dibawa ke RAM? Sampai saat ini dia mengaku sekitar 10 orang, tetapi kalau kita lihat setiap minggu harus suplai kesana 2 sampai 3 orang kemungkinan bisa lebih," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76D juncto Pasal 81 Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2202 tentang Perlindungan Anak. Adapun ancaman pidana paling lama 15 tahun dengan denda maksimal Rp5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved