Minggu, 31 Mei 2026

Doni Monardo: Karhutla Bisa Tingkatkan Risiko Terpapar Covid-19

Doni menjelaskan, asap yang ditimbulkan dari karhutla akan mengakibatkan penyakit asma dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Menteri LHK Siti Nurbaya (tengah) didampingi Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan konferensi pers seusai rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Pemerintah telah mengantisipasi potensi ledakan kebakaran hutan dan lahan yang biasa terjadi pada Agustus sampai September dan akan melakukan rekayasa hujan melalui teknologi modifikasi cuaca. TRIBUNNEWS/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi meningkatkan risiko seseorang terpapar Covid-19.

Doni menjelaskan, asap yang ditimbulkan dari karhutla akan mengakibatkan penyakit asma dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Satu di antara orang yang memiliki risiko tertinggi terpapar Covid-19 adalah mereka yang memiliki penyakit asma dan ISPA.

Baca: Rapat dengan Komisi VIII DPR, BNPB Ajukan Penambahan Anggaran 2021 Rp 51,2 M

Hal itu dikatakannya dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Selasa (23/6/2020).

"Aabila terjadi kebakaran hutan dan lahan maka dapat dipastikan masyarakat kita yang punya masalah dengan ISPA, punya masalah dengan asma itu akan menjadi lebih berisiko. Salah satu korban yang memiliki risiko tertinggi adalah mereka yang memiliki penyakit asma, ISPA," kata Doni.

Doni mengingatkan masyarakat di daerah yang sering terjadi karhutla agar senantiasa waspada karena musim kemarau bisa mempercepat terjadinya karhutla.

Baca: Gugus Tugas Selidiki Oknum Instansi yang Menyalahgunakan Logo BNPB

Terutama di daerah yang memiliki lahan gambut dan merupakan fosil batu bara muda.

"Sehingga tadi pagi Bapak Presiden menugaskan menko polhukam sebagai koordinator dengan Kementerian LHK dan kementerian lainnya termasuk TNI dan Polri untuk mengoptimalkan upaya pencegahan (karhutla)," ucap Doni.

Doni mengungkapkan, jumlah lahan yang terjadi kebakaran bisa ditekan pada 2019 lalu.

Baca: BNPB Masih Monitor Dampak Gempa M 4,8 di Aceh Pagi Tadi

BNPB mencatat pada 2019 lalu terdapat 1,6 juta hektare lahan yang mengalami kebakaran.

Hal itu menunjukkan penurunan dibanding kebakaran pada 2015 yang mencapai 2,6 juta hektare.

"Dari 1,6 juta hektare hampir 50 persen adalah lahan gambut, gambut yang kering kemudian terbakar, sebagian besar dibakar. Inilah yang membuat kita kewalahan ketika gambut terbakar dalam kondisi kering dan ternyata gambut ini adalah fosil batu bara muda. Artinya apa? Artinya fosil batu bara ini terbakar maka proses pemadaman membutuhkan waktu yang sangat lama," kata Doni.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved