Breaking News:

Virus Corona

Hacker Klaim Punya Data Pasien Corona di Indonesia & Dijual Rp 4,2 Juta, Kominfo Beri Bantahan

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyebut tidak ada kebocoran terkait data pasien positif corona di Indonesia.

Dok BNPB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (18/4/2020) 

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa hari terakhir, publik dihebohkan dengan dugaan aksi pencurian data di Indonesia.

Kali ini, peretas dengan akun Database Shopping mengklaim memiliki 231.636 data pribadi dari database pasien Covid-19.

Data tersebut ia jual di situs terbuka Raid Forums.

Seperti diketahui, situs tersebut juga digunakan hacker untuk menjual data pengguna Tokopedia beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, data yang dihimpun adalah data sensitif berisi nama, nomor telepon, alamat, hasil tes PCR, dan lokasi tempat pasien dirawat. 

Selain itu, terdapat juga kolom NIK meskipun tidak terisi.

 Update Virus Corona Nasional Selasa 23 Juni 2020, Capai 46.845, 11 Provinsi 0 Kasus, Jatim Tertinggi

 Penambahan Kasus Baru Covid-19 Tembus 1000 Pasien, dr Panji Sebut Bukan karena Swab Test Meningkat

 Misteri Penyebaran Corona Terjawab Sudah, Tak Terjadi Seandainya China Tak Lakukan Kecerobohan Ini

Johnny G Plate
Johnny G Plate (Kompas.com/ Kristianto Purnomo)

Sebagai bukti, sang hacker turut melampirkan sampel data yang dimiliki.

"Seperti Jakarta, Bandung, dan lainnya," klaim peretas dalam e-mail kepada Kompas.id, Jumat (19/6/2020).

Peretas menjual database tersebut dengan harga 300 dollar AS atau sekitar Rp 4,2 juta.

Mengenai hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate memastikan data diri pasien Covid-19 aman atau tidak bocor.

Johnny mengklaim, ia telah memeriksa database pasien Covid-19, baik melalui hasil interoperabilitas maupun cleansing data.

"Kami akan menelusuri berita tersebut dan berkoordinasi dengan BSSN yang membawahi keamanan dan recleansing data Covid-19," kata Johnny seperti dikutip dari Kompas.com.

HALAMAN SELANJUTNYA ============>

Penulis: Irsan Yamananda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved