Ketua KPK: Korupsi Sangat Ditentukan oleh Sistem yang Buruk, Lemah dan Gagal
Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan tiga strategi dalam upaya pemberantasan korupsi.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan tiga strategi dalam upaya pemberantasan korupsi.
Satu diantaranya yaitu strategi pencegahan. Firli mengatakan strategi ini melakukan kajian terhadap beberapa sebab faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi.
"Pada akhirnya kita temukan bahwa korupsi itu sangat ditentukan oleh sistem, bisa karena sistemnya buruk bisa karena sistemnya lemah dan bisa juga karena sistemnya gagal," kata Firli Bahuri usai rapat dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2020).
"Sehingga kedeputian pencegahan kita akan masukkan program-program pencegahan khususnya adalah perbaikan sistem baik sistem bisnis, sistem tata niaga, sistem perizinan izin usaha, izin tambang. Kita akan tertibkan termasuk juga sistem politik," imbuhnya.
Baca: Dewas KPK Tindaklanjuti Laporan MAKI soal Dugaan Hidup Mewah Ketua KPK Firli Bahuri
Strategi lainnya adalah melalui pendidikan masyarakat dan peningkatan peran masyarakat.
Firli mengatakan strategi itu menyasar jejaring pendidikan, kalangan penyelenggaran negara birokrat dan politisi dan kalangan BUMN, BUMD dan badan usaha swasta.
"Kenapa kita sadar ketiga itu? karena memang dari pengalaman empiris tiga inilah yang sering terlibat kasus korupsi, sehingga kita akan tingkatkan strategi pemberantasan korupsi melalui pendidikan masyarakat. Kita berharap dengan strategi tersebut maka betul-betul orang tidak berkeinginan untuk melakukan korupsi," kata Firli.
Strategi terakhir adalah strategi penindakan. Firli mengatakan strategi ini adalah untuk melakukan tindakan tegas terhadap para koruptor.
"Kita akan melakukan penindakan secara tegas dan fokusnya adalah kejahatan korupsi yang memang merugikan negara. Pada prinsipnya pemberantasan korupsi itu adlah mencegah dan mengembalikan kerugian negara," pungkas Firli.