Breaking News:

TNI Tewas Ditusuk

Komisi I DPR Desak Marsekal Hadi Ungkap Pembunuhan Anggota TNI AD

Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya mengatakan peristiwa kekerasan yang berujung kematian terhadap anggota TNI AD ini harus ditanggapi serius

Penulis: chaerul umam
shutterstock
Ilustrasi penusukan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang anggota TNI AD, Serda Saputra, tewas ditusuk oknum TNI AL saat bertugas mengamankan lokasi karantina pekerja migran yang baru kembali ke Tanah Air di Hotel Mercure Batavia, Tambora, Jakarta Barat.

Akibat hal ini KSAD meminta Polisi Militer AD mengusut tuntas tewasnya prajurit TNI AD tersebut. 

Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya mengatakan peristiwa kekerasan yang berujung kematian terhadap anggota TNI AD ini harus ditanggapi serius oleh institusi TNI. 

Baca: Komnas HAM Minta Presiden Tarik Rancangan Perpres Pelibatan TNI untuk Tangani Teroris

Menurutnya kasus-kasus serupa yang pernah terjadi selama ini menguap tanpa diketahui bagaimana akhirnya oleh publik. 

Dia mendorong peristiwa yang terjadi saat ini dijadikan momen menunjukan langkah-langkah reformasi yang telah diambil institusi TNI. 

Baca: Anggota TNI AD Tewas Ditusuk di Tambora, KSAD: Proses Hukum Sampai Tuntas

“Seorang prajurit dalam bertugas tentu selalu jelas instruksi dan komandonya. Kalau ada anggota TNI yang sedang bertugas lalu menjadi korban pembunuhan seperti ini jadi jelas siapa yang harus dikejar sebagai penanggung jawab,” katanya kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

Politikus Partai NasDem ini menegaskan peristiwa yang terjadi di Tambora harus benar-benar diusut hingga tuntas dan jelas. 

Dia mendesak Panglima TNI untuk mendorong proses pemeriksaan yang dilakukan Polisi Militer dilakukan secara transparan dan menyasar hingga bukan hanya kepada pelaku melainkan juga kepada semua pihak yang bertanggung jawab. 

Baca: Anggota TNI AD Gugur dalam Misi Perdamaian di Kongo, Serma Rama Wahyudi Sosok Prajurit Terbaik

“Pembunuhan di Tambora ini harus tuntas mengungkap bagaimana seorang TNI AD bisa bertugas di pengamanan lokasi karantina pekerja migran itu. Siapapun yang terlibat mulai dari yang memberi perintah tugas, pelaku dari TNI AL hingga dugaan orang sipil yang terlibat. Kalau ini peristiwa hukum sipil, maka harus diselesaikan dalam peradilan umum,” ucap Willy.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved