Breaking News:

Realisasi Anggaran Capai 60,38%, Kementerian Sosial Peringkat Pertama

Terhitung per hari ini (30/06), realisasi anggaran Kementerian Sosial mencapai sebesar 60,38%, jauh di atas rata-rata realisasi anggaran nasional.

dok. Kemensos

Hal ini dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, agar mendorong berbagai terobosan untuk mengakselerasi distribusi bantuan, tidak terjebak rutinitas.

Dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), Mensos sudah menginstruksikan PT Pos Indonesia untuk menambah durasi layanan dari pagi hingga malam, menggerakkan semua resources .

“Kemudian agar PT. Pos juga menambah loket-loket dan titik lokasi penyaluran di komunitas, seperti kantor desa, kantor kelurahan, sekolahan, pos RW, dan sebagainya. Agar pelayanan terhadap KPM makin dekat,” katanya. Masih terkait BST, penyaluran bantuan dilakukan secara simultan. Yakni disalurkan berbarengan antara salur dengan pemutakhiran perubahan data, untuk mempercepat dan meningkatkan ketepatan sasaran.

Kemudian untuk distribusi paket sembako Bantuan Presiden ini, juga sudah dilakukan sejumlah terobosan. Yakni menambah vendor dari sebelumnya 5 menjadi 20-an bahkan lebih. Menyederhanakan item sembako dalam dari 10 item disederhanakan dengan nilai sama.

Lalu bekerja sama dengaan Bulog dalam penyaluran bansos berupa beras Tahap II dan IV menjadi satu kali penyaluran. Untuk mengakselerasi distribusi, dan menjaring elemen masyarakat yang belum tersapa bansos, Kemensos juga menyalurkan sembako Banpres melalui komunitas.

Misalnya dengan ormas, organisasi pemuda, pesantren, komunitas pekerja seni, teater, organisasi kedaerahan, mahasiswa dan sebagainya. Untuk menambah kecepatan penyaluran ke masyarakat, juga dilakukan penambahan armada transportasi.

“Tidak kalah penting adalah terobosan dalam penyaluran BST ke klaster III, yakni ke wilayah terpencil, terisolir, dan terluar (3T). Agar efektif, Kemensos akan menyalurkan BST dalam 3 (tiga) bulan secara sekaligus, di wilayah ini,” Sekjen menekankan.

Dengan tingginya realisasi anggaran, menurut Hartono patut disyukuri, sekaligus dalam waktu bersamaan untuk menjadi momentum agar semua jajaran Kemensos tidak berpuas diri. “Terus lakukan akselerasi dan dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip akuntabilitas anggaran. Bekerja dengan sense of crisis ,” katanya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved