Breaking News:

Pimpinan Komisi III DPR Minta Jaksa Agung Buru Djoko Tjandra

Wakil Ketua Komisi III fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh menyayangkan kabar mengenai Djoko Tjandra yang sudah berada di Indonesia sejak 3 bulan lalu.

istimewa
Jaksa Agung ST Burhanuddin. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh menyayangkan kabar mengenai Djoko Tjandra yang sudah berada di Indonesia sejak 3 bulan lalu.

"Ini merupakan suatu kecolongan bagi kita semua,” kata Pangeran kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

"Bagaimana seorang yang telah buron selama 11 tahun, bisa dengan mudahnya hilir mudik tanpa diketahui. Bahkan yang bersangkutan telah mengajukan PK di PN Jaksel atas kasusnya," imbuhnya.

Legislator asal Kalimantan Selatan ini menilai kurangnya sinergis kerjasama antara instansi penegak hukum dan imigrasi.

Baca: Keberadaan Djoko Tjandra Jadi Sorotan, Komisi III DPR Berencana Panggil Dirjen Imigrasi

"DPO (Daftar Pencarian Orang) itu sudah pasti masuk dengan identitas palsu, karena tidak tercatat di data perlintasan," ucap Pangeran.

Pangeran berpendapat, memburu DPO kelas kakap seperti ini tidak bisa dengan cara-cara biasa.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus mengevaluasi sistem keamanan.

Baca: Jaksa Agung Mengaku Sakit Hati Djoko Tjanjdra Dikabarkan Sudah Tiga Bulan Berada di Indonesia

"Kepolisian, Kejaksaan, dan Imigrasi harus duduk bersama mengevaluasi sistem yang mereka gunakan saat ini. Karena kasus serupa sudah beberapa kali terjadi, misalnya kasus Gayus Tambunan, Honggo Wendratno (TPPI) dan Anton Tantular (Century),” ujarnya.

Pangeran sangat menyayangkan jika upaya penyelidikan, penyidikan hingga vonis hukuman kepada para pelaku mega korupsi harus berakhir dengan cerita kaburnya para tersangka akibat kelemahan sistem di negara kita.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved