Breaking News:

Keberadaan Djoko Tjandra Jadi Sorotan, Komisi III DPR Berencana Panggil Dirjen Imigrasi

Menjadi buronan Kejaksaan Agung selama sekira sebelas tahun, Djoko Tjandra tiba-tiba terdeteksi sudah berada di Indonesia selama tiga bulan terakhir

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Buronan pemerintah Indonesia dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra kini menjadi sorotan karena keberadaannya.

Menjadi buronan Kejaksaan Agung selama sekira sebelas tahun, Djoko Tjandra tiba-tiba terdeteksi sudah berada di Indonesia selama tiga bulan terakhir.

Komisi III DPR pun berencana untuk memanggil Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting secepatnya.

"Terkait data imigrasi yang dikatakan bahwa tidak ada dalam data Imigrasi boleh-boleh saja berbicara begitu, ini perlu kami teliti lebih jauh," kata Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Baca: Jaksa Agung Perintahkan Tangkap Buronan Kasus Bank Bali Djoko Tjandra

"Tentunya terkait hal ini kami akan memanggil Dirjen Imigrasi secepatnya untuk mempertanyakan bagaimana proses di Imigrasi sehingga si buronan bisa masuk keluar jika benar informasi bahwa yang bersangkutan keluar masuk Indonesia sejak 2014," imbuhnya.

Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan Komisi III DPR tidak mau menduga-duga terkait polemik keberadaan Djoko Tjandra.

Herman berharap di rapat nanti bisa menjawab polemik yang berkembang terkait keberadaan Djoko Tjandra.

"Kami akan memanggil Dirjen Imigrasi untuk menanyakan secara teknisnya bagaimana proteksi Imigrasi terhadap seseorang yang statusnya buronan karena menurut kami bisa saja dia masuk Indonesia dengan memalsukan identitas, itu bisa saja, namanya bukan lagi Djoko Tjandra, paspornya mungkin sudah paspor lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Herman mengatakan Komisi III DPR akan menggelar rapat internal pada Senin pekan depan untuk menentukan jadwal rapat dengan Dirjen Imigrasi.

"Hari Senin kami akan rapat di internal untuk menentukan tanggal memanggil Dirjen Imigrasi," ucapnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved