Breaking News:

Virus Corona

Mendikbud Akan Permanenkan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh, Ini Kata Politikus PPP

Nadiem Makarim mengatakan akan mempermanenkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SEMANGATI SISWA - Tri Wahyuningtyas guru kelas IV SDN Kaliasin I melakukan meeting daring dengan siswanya untuk memotivasi siswa dan melakukan feed back pembelajaran online selama pembelajaran jarak jauh di rumah, Senin (8/6). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  Nadiem Makarim mengatakan akan mempermanenkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Terkait hal itu, anggota Komisi X DPR RI Fraksi PPP Illiza Sa’adudin Djamal mengatakan PJJ memang menjadi sebuah keharusan untuk merespon wabah pandemi Covid-19.

Akan tetapi, Illiza mengatakan opsi mempermanenkan PJJ pascahilangnya Covid-19 memerlukan banyak pertimbangan.

"Karena pendidikan tidak hanya transfer pengetahuan, namun juga mendidik perilaku siswa dan membentuk karakter yang di banyak aspek masih membutuhkan sentuhan guru dan suasana sekolah," ujar Illiza dalam keterangannya, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya apabila sekolah sewaktu-waktu sekolah menerapkan pendidikan jarak jauh pada mata pelajaran tertentu, hal itu masih memungkinkan.

Bahkan mungkin dinilai perlu.

Pasalnya pembelajaran jarak jauh, kata dia, bisa menjadi alternatif yang bisa dimanfaatkan sekolah dan siswa dalam rangka memanfaatkan teknologi yang makin berkembang.

"Tapi sekali lagi ini tidak bisa diterapkan sepanjang waktu dan khusus bagi sekolah atau daerah yang memang sudah siap secara teknologi. Jangan sampai pembelajaran jarak jauh ini justru menimbulkan masalah baru dalam dunia pendidikan," kata dia.

Politikus PPP tersebut menilai penerapan PJJ nantinya perlu diimplementasikan pada perguruan tinggi terlebih dahulu setelah pandemi hilang.

Baca: Survei: Pengunjung Situs Porno Melonjak Saat Karyawan Bekerja dari Rumah Karena Covid-19

Menurut dia, sumber daya manusia peserta didik di perguruan tinggi cenderung lebih siap dengan sistem tersebut.

Sementara untuk SD hingga SMU perlu pertimbangan lebih banyak lagi sebelum mengimplementasikannya.

"Pada dasarnya, Komisi X mendukung semua terobosan pendidikan yang dilakukan Kemendikbud, apalagi jika terobosan itu dilakukan dalam rangka memanfaatkan teknologi yang berkembang dengan pesat. Namun semua terobosan itu harus dipertimbangkan dengan matang dan memperhatikan kesiapan peserta didik serta tujuan pendidikan itu sendiri," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved