Breaking News:

Indonesia Borong 8 Pesawat Militer Canggih Rp 29 Triliun dari Amerika, Ini Kelebihannya

Ini merupakan pengumuman DSCA pertama tentang penjualan senjata ke Indonesia sejak setidaknya September 2017 lalu.

Via Kontan.co.id
Pesawat V-22 Osprey terlihat saat latihan militer di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Pangkalan Angkatan Udara AS Yokota di Fussa, pinggiran Tokyo, Jepang, 21 Mei 2020. REUTERS/Issei Kato 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Indonesia bakal membeli delapan pesawat angkut militer MV-22 Block C Osprey dari Amerika Serikat (AS) senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 29 triliun.

Termasuk, mesin 24 AE 1107C Rolls-Royce, 20 radar infra merah forward-looking AN/AAQ-27, sistem peringatan rudal AN/AAR-47, dan radar penerima peringatan AN/APR-39.

Selain itu, Indonesia membeli 20 senapan mesin M-240-D 7.64 mm dan senapan mesin GAU-21.

Melansir Defence News, potensi penjualan tersebut AS umumkan melalui situs Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA), Senin (6/7/2020).

Baca: Pesawat Militer Osprey Mendarat di Jepang, Disimpan Sementara di Kisarazu Chiba

Pengumuman itu saat AS berupaya meningkatkan kehadirannya dan kemampuan negara-negara mitra di Asia Pasifik untuk menumpulkan kepentingan Cina di wilayah tersebut.

Ini merupakan pengumuman DSCA pertama tentang penjualan senjata ke Indonesia sejak setidaknya September 2017 lalu.

Membantu Indonesia

“Penjualan potensial ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan meningkatkan keamanan mitra regional penting yang merupakan kekuatan bagi stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik," bunyi pemberitahuan DSCA.

"Sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan efektif," sebut mereka yang menambahkan, penjualan itu akan meningkatkan kemampuan kemanusiaan dan bantuan bencana Indonesia dan mendukung operasi amfibi.

Helikopter tiltrotor MV-22 Osprey yang dioperasikan oleh Marinir AS.(US Marine Corps)
Helikopter tiltrotor MV-22 Osprey yang dioperasikan oleh Marinir AS.(US Marine Corps) ()

Pengumuman DSCA berarti Departemen Luar Negeri AS telah memutuskan Program Penjualan Militer Luar Negeri (FMS) potensial memenuhi standar.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved