Breaking News:

Kemendikbud Siapkan Platform Museum Virtual

Kemendikbud saat ini sedang mempersiapkan asset digital dari museum-museum yang ada diseluruh Indonesia.

TRIBUN/ABRAHAM DAVID
Direktorat Jenderal Kebudayaan Dr. Hilmar Farid memberikan kata sambutan dalam peluncuran 10 buku karya lengkap bung hatta di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gedung A, Jakarta Selatan, Selasa (13/11/2018). Lebih dari 800 karya tulis proklamator Moh. Hatta berhasil dikumpulkan dan diterbitkan dalam 10 seri buku oleh penerbit LP3ES. TRIBUNNEWS/ABRAHAMDAVID 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di era kenormalan baru ‘new normal’, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menyiapkan platform museum yang bisa dilihat masyarakat secara daring (online).

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan Kemendikbud saat ini sedang mempersiapkan asset digital dari museum-museum yang ada diseluruh Indonesia.

“Museum-museum kita akan tampil virtual, koleksi kita dari seluruh Indonesia,” ujarnya dalam webinar Indonesia Digital Content Week 2020, Rabu (8/7/2020).

Baca: Hari Pertama Pembukaan, Pengunjung di Museum Louvre Diharuskan Patuhi Protokol Kesehatan

Hilmar berujar Indonesia memiliki aset digital museum yang sangat besar di seluruh Indonesia, baik dari segi foto, video, maupun audio.

Di masa pandemi Covid-19 Kemendikbud berfokus khusus untuk menemukan arsip-arsip tersebut agar dapat dinikmati masyarakat luas secara luas.

Sehingga masyarakat yang akan mengetahui kebudayaan suatu daerah dapat secara mudah menikmatinya lewat platform tersebut.

“Sedang dalam pengelolaan dan mudah-mudahan bulan Desember sudah dapat dilihat public,” ungkat Hilmar.

“Dulu kita kesulitan untuk menemukan apa saja koleksi kita misalnya yang ada di Sulawesi. Kalau dia ada di Jakarta dia harus kesana dulu. Tapi dengan adanya museum seperti ni kita bisa memaksimalkan koleksi kita secara lebih efektif melalui platform daring,” ujarnya.

Dirjen Kemendikbud itu berujar, saat ini Kemendikbud sedang melakukan banyak pembenahan secara infrastruktur, mekanisme dan manajemen pengelolaan data kebudayaan atau yang biasa disebut digital asset management untuk mewujudkan museum virtual tersebut.

“Walaupun kenikmatan mengunjungi museum (secara langsung) itu sendiri akan sedikit menghilang. Namun, kita akan mempersiapkan untuk menuju kearah sana (membuat museum virtual),” lanjutnya. 

Berita Populer
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved