Breaking News:

Virus Corona

Presiden Ingatkan Tes Masif Saja Tidak Cukup Kendalikan Covid-19 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepala daerah untuk melakukan pelacakan secara agresif

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Sebanyak 40 tahanan Polda Bali menjalani tes swab di depan ruang tahanan Polda Bali, Jumat (3/7/2020) pagi. Mereka diwajibkan menjalani swab tes sebelum dibawa ke lembaga permasyarakatan (LP) Kerobokan. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepala daerah untuk melakukan pelacakan secara agresif dalam mengendalikan Pandemi Covid-19

Karena menurut Presiden tes masif saja tidak cukup untuk mengendalikan penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan China itu.

"Tes masif saja tidak cukup. Pelacakan yang agresif harus dilakukan,  ini dibantu Pangdam, Kapolda untuk urusan pelacakan, baik ODP, PDP.

Kalau sudah ketemu yang sakit bawa ke rumah sakit, yang sehat tapi positif isolasi dengan ketat," kata Presiden saat meninjau kantor Gugus Tugas Covid-19 di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis, (9/7/2020).

Baca: Kunjungi Tempat Ini Saat Covid-19, Nana Mirdad Harus Jalani 2 Kali Swab Test, Begini Kondisinya

Baca: Menristek Dukung Kemenkes Banderol Harga Alat Tes Rapid : Agar Harganya Terkendali

Setelah adanya pelacakan dan tes masif, kemudian dilakukan pemilahan pasien positif yang statusnya sakit ringan, sedang, berat , atau tanpa gejala sama sekali.

Mereka yang dalam kondisi sakit berat harus segera mendapatkan penanganan kesehatan. 

"Kita kalau di Jakarta, kalau yang berat dibawa ke RS Sulianti Saroso, yang sedang-ringan dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet,  dua minggu sembuh langsung dipulangkan," katanya. 

Menurut Presiden pelacakan, tes masif, dan isolasi merupakan tugas pemerintah yang harus dilakukan dengan baik.

Sementara itu tugas masyarakat adalah mentaati protokol kesehatan.

"Tugasnya masyarakat yang terus kita ingatkan yakni pakai masker kemanapun, jaga jarak dimanapun, menghindari kerumunan, diingatkan terus ini, saya kira sosialisasi harus terus menerus engga bisa berhenti," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved