Breaking News:

Virus Corona

KSAD Minta Uji Klinis Anti Covid-19 Dipercepat

Pernyataan KSAD tersebut terkait dengan keinginan Universitas Airlangga agar melibatkan RS TNI AD di Surabaya dalam pelaksaana uji klinis Anticovid-19

NICOLAS ASFOURI / AFP
Foto diambil pada tanggal 29 April 2020 ini. seorang ilmuwan melihat sel-sel ginjal monyet saat melakukan tes pada vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 di dalam laboratorium Cells Culture Room di fasilitas Sinovac Biotech di Beijing. Sinovac Biotech, yang melakukan salah satu dari empat uji klinis yang telah disetujui di China, telah mengklaim kemajuan besar dalam penelitiannya dan hasil yang menjanjikan di antara monyet. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memerintahkan, Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat Mayor Jenderal Asrofi Sueb Rachman untuk mengkoordinasikan pelaksanaan uji klinis Anti Covid-19.

Tentunya, bekerjasama dengan BIN dan Universitas Airlangga.

"Untuk contact person utama langsung oleh Kapuskes AD, keputusan ini langsung saya dukung dan harus cepat dilaksanakan," kata Andika dalam rapat berkala penanganan Covid-19 di Puskodal Mabes AD dikutip dari instagram @TNIAD, Sabtu, (18/7/2020).

Pernyataan KSAD tersebut terkait dengan permintaan pihak Universitas Airlangga untuk melibatkan RS TNI AD di Surabaya dalam pelaksaana uji klinis Anti Covid-19 tersebut.

Baca: Menkes Terawan Tepis Rumor Rumah Sakit Jadikan Covid-19 Lahan Bisnis

Menurut Andika, apabila uji klinis anti Covid-19 berhasil maka akan membantu penanggulangan pandemi Corona di Indonesia.

"Terapi plasma konvalesen sudah sangat bagus apalagi jika obat anti Covid-19 ini ditemukan dengan cepat, pasti akan menjadi harapan baru dan solusi bagi kita semua,” kata Andika.

Baca: Olahraga Publik Miliki Risiko Penularan Covid-19 yang Tinggi

Sementara itu, terkait dengan pembangunan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di 15 RS TNI Kodam, Andika minta agar proses pembangunannya dipercepat.

Karena, meski bangunan fisik laboratorium tersebut sudah 100 persen, namun masih ada hambatan instalasi peralatan medis diantaranya hepafnlter dan instalasi ruangan bertekanan negatif.

"Aslog, segera hubungi mitra dan minta tambahan tim untuk sub kontraktor, tidak bisa hanya 1 tim karena harus simultan dan cepat," pungkasnya.

Sementara, terkait penanganan Covid-19 di Secapa AD, berdasarkan hasil laboratorium PCR Swab ke dua pada Sabtu, (18/7/2020), terdapat 100 pasien yang dinyatakan negatif.

Sehingga total dari 1308 pasien positif Covid-19 di Secapa AD, sudah 459 orang yang dinyatakan negatif, dan tinggal 849 yang masih positif.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved