Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Legislator PKS: Pemerintah Harus Hati-hati Uji Klinis Vaksin dari China

Rencana pemerintah mendatangkan vaksin anti-corona dari China mendapat tanggapan luas dari masyarakat.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hendra Gunawan
Zhang Yuwei / XINHUA / Xinhua via AFP
Ilustrasi: Seorang staf menampilkan sampel vaksin Covid-19 yang tidak aktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) di Beijing, ibukota China, 10 April 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah mendatangkan vaksin anti-corona dari China mendapat tanggapan luas dari masyarakat.

Di media sosial marak disuarakan kekhawatiran atas keamanan vaksin yang akan diuji klinis awal Agustus ini.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi PKS, Mulyanto, minta pemerintah berhati-hati melakukan berbagai tahapan uji klinis ini.

Selain itu pemerintah harus dapat meyakinkan masyarakat bahwa uji klinis vaksin ini aman.

"Pemerintah harus mengawasi dengan serius uji klinis vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan Sinovac Biotech asal China, yang bekerja sama dengan BUMN Bio Farma. Harus dipelototi betul proses uji klinis vaksin ini," kata Mulyanto kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Baca: Vaksin Pertama Covid-19 Diperkirakan Paling Cepat Digunakan Awal 2021

Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Industri dan Pembangunan ini menganggap wajar jika masyarakat khawatir atas keamanan vaksin Covid-19 ini.

Sebab masyarakat di negara tempat vaksin ini diproduksi saja mendapat penolakan.

Kekhawatiran tersebut, kata Mulyanto, bisa jadi muncul karena pemerintah kurang memberikan informasi yang tepat seputar vaksin yang akan diproduksi massal itu.

Pada saat yang sama beredar berita kurang baik mengenai vaksin "made in China" tersebut.

Baca: WHO Sebut Vaksin Pertama Covid-19 Baru akan Siap Digunakan Paling Cepat Awal 2021 Mendatang

Tak heran jika kemudian masyarakat khawatir bahkan takut untuk terlibat dalam proses uji klinis tersebut.

"Meskipun kita sangat membutuhkan vaksin Corona tersebut, tetap saja kita perlu menerapkan azas kehati-hatian. Tetap harus proporsional, profesional dan rasional-obyektif," ucap mantan Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi era Presiden SBY ini.

Mulyanto menambahkan, pemerintah wajib mengawasi secara ketat proses uji klinis ini secara objektif.

Baca: Donald Trump Mau Kerja Sama dengan China demi Vaksin Covid-19

Pemerintah harus menjamin bahwa uji klinis ini dilaksanakan oleh ahli yang berkompeten dan memiliki reputasi baik,berjalan secara transparans, akuntabel, sesuai dengan kaidah scientific dan efektif.

"Jangan ada tipu-tipu ilmiah. Jangan sampai karena tekanan bisnis, objektifitas riset dimanipulasi," ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan