Minggu, 26 April 2026

Di Masa Pandemi Covid-19, Sekolah SPK Sudah Terbiasa Adopsi Pembelajaran Daring

SPK adalah satuan pendidikan yang dikelola atas dasar kerja sama antar Lembaga Pendidikan Asing dengan lembaga pendidikan Indonesia.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ilustrasi siswa sedang belajar. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fahdi Falevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dulu di dunia pendidikan, masyarakat begitu akrab dengan istilah sekolah internasional.

Namun, berdasarkan Permendikbud Nomor 31 Tahun 2014, semua sekolah di Indonesia telah berubah status menjadi Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) per 31 Desember 2014.

SPK adalah satuan pendidikan yang dikelola atas dasar kerja sama antar Lembaga Pendidikan Asing dengan lembaga pendidikan Indonesia.

Kurikulum yang diadopsi sekolah berstatus SPK mengolaborasikan antara kurikulum internasional dengan kurikulum nasional.

Baca: Sekolah SPK Tebar Kepedulian untuk Masyarakat yang Membutuhkan

Lantas, bagaimana kabarnya sekolah SPK saat ini, terutama di tengah pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sejak sekitar lima bulan lalu?

Berdasarkan rilis resmi Kemendikbud yang diterima Tribunnews, Selasa (28/7/2020), sama seperti sekolah lainnya, sekolah SPK di Indonesia kini sedang berupaya mengadopsi pembelajaran jarak jauh yang ideal di tengah kondisi pandemi.

Ya, sama seperti sekolah pada umumnya, sekolah berstatus SPK turut berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran melalui perangkat daring.

Baca: Serba Serbi SPK: Dari Kurikulum Internasional Hingga Standar Tinggi Pengajar

Beberapa piranti daring, seperti Google Classroom, Zoom, dan Google Meet pun diberdayakan secara penuh untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

atu sekolah SPK yang memberikan pembelajaran efektif dan berkualitas secara jarak jauh adalah SD Mutiara Harapan Islamic School di Tangerang Selatan.

Sekolah ini mengadopsi kurikulum nasional dan Cambridge Curriculum dengan penguatan pada aspek program keislaman.

Sudah terbiasa memanfaatkan pembelajaran daring

Kepala SD Mutiara Harapan Islamic School Jamaludin mengatakan sekolah telah mengawali pembelajaran jarak jauh sejak pertengahan Maret 2020.

Baca: Nadiem Makarim Blusukan di Bogor, Kunjungi Sekolah dan Dengar Curhat Guru

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kecepatan internet pun telah ditingkatkan.

Bahkan, para siswa dan guru sudah terbiasa dengan perangkat daring karena penggunaannya kerap dilakukan pada masa pembelajaran normal sebelum pandemi.

Pada aplikasi matematika dan pelajaran lain, misalnya, siswa telah terbiasa menggunakan perangkat online.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved