Breaking News:

Benih Bermutu Jadi Kunci Utama Ungkit Daya Saing Komoditas Hortikultura

ditengah pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya, menuntut seluruh negara mulai berfikir untuk menjaga cadangan pasokan pangannya masing-masing

Ist
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto di sela-sela rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertanian di Gowa, Kamis (29/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, GOWA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) gencar mendorong peningkatan produksi bahan pangan pokok untuk memastikan pemenuhan kebutuhan seluruh rakyat Indonesia.

Pasalnya ditengah pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya, menuntut seluruh negara mulai berfikir untuk menjaga cadangan pasokan pangannya masing-masing.

"Negara yang tidak memiliki cadangan pasokan bahan pangan tentu akan kesulitan. Punya uang tapi belum tentu bisa membeli makanan. Untuk itu, Kementan terus memacu peningkatan produksi pangan sekaligus melakukan upaya diversifikasi pangan lokal seperti sagu, ubi kayu, jagung, talas, kentang dan pisang," ujar SYL.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat dihubungi di sela-sela rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertanian di Gowa, Kamis (29/7/2020), menyebut pihaknya kini terus mendorong gerakan mendorong produksi, daya saing dan ramah lingkungan hortikultura yang dikenal dengan tagline ‘Gedor Horti’.

Baca: Mentan Syahrul Yasin Limpo Panen Bawang Merah di Bantaeng, Berharap Perbankan Permudah Akses KUR

Menurutnya, desain pengembangan kawasan hortikultura berdaya saing harus memperhatikan kesesuaian agroklimat dan sumberdaya lainnya dengan area pengembangan fokus di satu kecamatan melalui pengawalan intensif oleh kostratani.

“Perubahan mindset seperti ini lah yang kita harapkan dalam mendorong gerakan produksi, sehingga ketika kita evaluasi bagaimana outcomenya di satu kecamatan yang disebut sentra itu jelas hasilnya,” ujar Prihasto saat mengunjungi Balai Besar Tanaman Hortikultura, Kabupaten Gowa, Propinsi Sulawesi Selatan.

Prihasto berharap bahwa pengembangan kawasan tidak lagi dalam kawasan dengan skala kecil, akan tetapi terfokus pada lokus tertentu sehingga mencapai skala ekonomi yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya petani.

Anton, sapaan akrab Dirjen Hortikultura menambahkan bahwa kunci sukses peningkatan produksi dan saya saing sebanyak 50% ditentukan oleh benih bermutu dan 50% oleh sarana budidaya lainnya.

"Tanah yang subur, pupuk seimbang dan air yang cukup akan percuma jika benih yang digunakan bukan benih bermutu. Potensi hasil yang optimal tidak akan tercapai,” ungkapnya.

Anton juga menekankan pentingnya uji DNA untuk mengetahui perbedaan antar varietas secara lebih akurat dengan mengidentifikasi susunan basa DNA (sequens DNA) dari varietas tersebut.

Halaman
12
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved