Breaking News:

KH Hasyim Wahid Atau Gus Im Wafat karena Gangguan Ginjal

KH Hasyim Wahid merupakan putra bungsu pasangan pahlawan nasional KH Abdul Wahid Hasyim dan Nyai Solichah.

Tribunnews.com/Lusius Genik
Suasana Salat Jenazah almarhum KH Hasyim Wahid (Gus Im) di Masjid Jami Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2020).   

Hadir pula ratusan pelayat dari keluarga besar NU. Salat jenazah Gus Im digelar sebanyak dua kloter untuk mengantisipasi penumpukan jemaah yang mengikuti prosesi salat jenazah.

Jenazah Gus Im diberangkatkan menuju Pondok Pesantren Denanyar lewat jalur darat Sabtu siang sekira pukul 11:11 WIB. Almarhum dibawa menuju Denanyar menggunakan mobil jenazah bernomor polisi B 1377 TYC usai disalatkan di Masjid Jami Al Munawaroh.

Kepergian jenazah Gus Im menuju Jombang diiringi takbir para pelayat yang datang. Pelayat melantunkan takbir ketika jenazah dibawa masuk mobil jenazah, hingga pintu mobil ditutup, dan berangkat menuju Denanyar, Jombang.

Gus Im, Negarawan yang Peduli Wong Cilik

Partai PDI Perjuangan turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian Gus Im. Nama Gus Im tak asing bagi para kader Banteng Merah.

Tokoh besar NU itu tercatat pernah menjabat salah satu ketua DPP PDI-P pada tahun 1998-2000. Berita kepergian Gus Im telah sampai ke telinga Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekertaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto.

Hasto mengenang Gus Im sebagai sosok negarawan yang sangat peduli dengan wong cilik. "PDI Perjuangan menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya salah satu tokoh bangsa, sosok negarawan, dan pembela hak-hak wong cilik, KH. Hasyim Wahid, yang akrab dipanggil Gus Im," ucap Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Sabtu (1/8).

Gus Im, lanjut Hasto, dikenal sebagai sosok yang sangat gigih menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi milenial. Kalangan Muslim pun mempunyai komitmen yang kokoh terhadap Pancasila atas apa yang diperbuat Gus Im. Gus Im, jelas Hasto, juga berhasil meyakinkan para ulama bahwa Pancasila adalah final.

“Apa yang dilakukan Gus Im sebenarnya melanjutkan visi para pendiri bangsa, khususnya kakeknya, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan ayahnya, KH. Wahid Hasyim, dan kakaknya KH. Abdurrahman Wahid. PDI Perjuangan meneladani seluruh pemikiran pendiri bangsa, termasuk khasanah pemikiran Islam Nusantara yang dihayati okeh keluarga besar NU," tutur Hasto.

Hasto menceritakan, Adik Kandung Gus Dur itu senantiasa mengajarkan kepada kaum muda agar paham peta geopolitik dan cengkraman kapitalisme global yang semakin menggurita masuk dalam relung-relung negeri kita.

Halaman
123
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved