Breaking News:

Virus Corona

Gus AMI Beri Solusi Minimnya Penyerapan Anggaran Covid-19

Laporan pemerintah, dari total anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun, yang terserap atau terealisasi baru 19%.

DPR RI
Wakil Ketua DPR RI A. Muhaimin Iskandar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan anggaran belanja negara sebesar Rp2.739,2 triliun untuk tahun 2020 sebagaimana tertuang alam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2020.

Selain itu, ada tambahan belanja untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun.

Anggaran itu dialokasikan untuk penanganan kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp 203,90 triliun, pembiayaan korporasi sebesar Rp 53,57 triliun.

Selain itu, juga untuk insentif dunia usaha sebesar Rp 123,46 triliun, UMKM Rp 123,46 triliun, sektor kementerian/lembaga dan pendapatan sebesar Rp 106,11 triliun.

Baca: Strategi Mengatasi Ketidakjelasan di Masa Pandemi Covid-19

Jadi belanja mencapai Rp 2.739 triliun sampai akhir 2020.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra yang juga Ketua Tim Pengawas Covid-19 DPR, Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan di tengah kondisi yang sulit seperti saat ini, semua anggaran tersebut harus dibelanjakan untuk penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Sayangnya, berdasarkan laporan pemerintah, dari total anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun, yang terserap atau terealisasi baru 19% atau Rp 136 triliun.

Karena itu, Gus AMI- sapaan Abdul Muhaimin Iskandar- mengatakan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah.

Pertama, program penanganan dan pemulihan kesehatan harus diprioritaskan guna menurunkan angka orang yang terpapar Covid-19, serta menghindari munculnya klaster baru.

Apalagi, sampai saat ini belum ada tanda-tanda penurunan jumlah orang yang positif terkena virus corona yang telah mencapai lebih dari 106.000 orang.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved