RUU Omnibus Law Cipta Kerja Dinilai Mampu Tingkatkan Kualitas SDM
DPR RI kini sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPR RI kini sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.
Pengamat ekonomi Muhammad Handry Imansyah menilai RUU Cipta Kerja dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia.
Dia mengatakan peningkatan kualitas SDM berasal dari transfer pengetahuan saat investasi asing masuk ke dalam negeri.
Baca: Buruh Kembali Demo di Depan Gedung DPR, Tolak Omnibus Law Cipta Kerja
"Jadi akan ada transfer of knowledge ketika ada investasi dan bisa mempengaruhi kualitas SDM," ujar pengamat ekonomi Universitas Lambung Mangkurat itu kepada wartawan, Jumat (7/8/2020).
Handry menuturkan RUU Cipta Kerja dirancang untuk menarik investasi asing. Selama ini, dia mengatakan investor ragu berinvestasi di Indonesia karena tidak ada kepastian hukum.
Baca: Bahas Omnibus Law Cipta Kerja di Masa Reses, Legislator PKS Ingatkan Tata Tertib DPR
Lebih lanjut, Handry menilai peningkatan kualitas SDM sangat penting bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Sebab, dia mengatakan produktivitas tenaga kerja Indonesia masih kalah dengan negara lain, khususnya di ASEAN.
"Indonesia bakal di salip oleh Kamboja dan Vietnam karena tumbuh cepat sekali. Jadi dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan mereka sudah di atas Indonesia," ujarnya.
Baca: Buruh Ancam Mogok Kerja Jika Pemerintah dan DPR Lanjutkan Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja
Di sisi lain, Handry mengingatkan semua pihak mengedepankan negosiasi dalam membahas RUU Cipta Kerja. Dia berkata egoisme dalam pembahasan RUU Cipta Kerja akan berdampak negatif begi perekonomian.
"Kalau tidak RUU Cipta Kerja tidak goal maka kita pada status quo. Jika kondisi itu terjadi maka investor tidak ada yang mau masuk," ujar Handry.
Handry menambahkan buruknya kualitas SDM bisa membuat investor memilih menggunakan robot. Meski mahal, dia mengatakan risiko dari penggunaan robot bisa lebih kecil.
"Kalau investor pakai robot, bagaimana mau menciptakan lapangan kerja," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-tolak-omnibus-law.jpg)