Rabu, 3 Juni 2026

Sidang Tahunan MPR Akan Menerapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

Pelaksanaan sidang MPR tahun ini tidak dilakukan sebagaimana lazimnya karena dilaksanakan di tengah pandemi virus corona.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Istimewa
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2020 mendatang, Biro Humas MPR menyelenggarakan Media Expert Meeting, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/8/2020).

Tema yang dibahas pada acara tersebut adalah Sidang Tahunan MPR: Konvensi Ketatanegaraan Dalam Rangka Laporan Kinerja Lembaga Negara.

Tiga Pimpinan MPR menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Baca: Fadel Muhammad: Pidato Presiden dalam Sidang Tahunan MPR Harus Beri Harapan

Di antaranya Ketua MPR Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, serta Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad.

Ikut hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah serta Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlembaga dan Layanan Informasi Budi Muliawan.

Bambang Soesatyo mengatakan, pada sesi diskusi, berbagai harapan disampaikan para peserta.

"Intinya, para peserta berharap sidang tahunan tidak sekadar menjadi rutinitas saja," ujar Bambang.

Baca: Hidayat Nur Wahid: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan

Pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut menegaskan, pelaksanaan sidang MPR tahun ini tidak dilakukan sebagaimana lazimnya karena dilaksanakan di tengah pandemi virus corona.

Selama sidang akan diberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat, termasuk pembatasan jumlah peserta yang boleh masuk ke ruang sidang.

"Pandemi Corona sudah menyebabkan kontraksi bahkan kejatuhan berbagai lapangan usaha, kecuali teknologi dan pertanian. Ini mengingatkan bahwa masa depan Indonesia bukan di kota tapi di desa, dan sekarang banyak pengusaha mulai melirik desa dan pertanian," kata Bamsoet menambahkan.

Baca: Usai Sidang Tahunan, MPR RI Akan RIlis Laporan Kinerja Lembaga Negara Secara Daring

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad berharap Presiden Joko Widodo harus bisa menyampaikan pidato yang luar biasa.

Pidato Jokowi diharapkan mampu memberikan harapan dan semangat kepada seluruh masyarakat.

"Kalau penanganan kita terhadap Corona, itu biasa-biasa saja, saya khawatir, akhir tahun nanti kita akan menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Apalagi, saat ini saja belanja negara masih sangat kurang. Hingga Agustus ini baru 30 persen, dan kalau tidak ada upaya yang luar biasa ini bisa sangat mengkhawatirkan," kata Fadel.

Harapan serupa disampaikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved