Breaking News:

KPK Eksekusi Mantan Kepala BPJN XII ke Lapas Samarinda

KPK juga mengeksekusi mantan Pejabat Pembuat Komitmen di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Andi Tejo Sukmono ke Rutan Klas IIA Samarinda

Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi  Reffly Ruddy Tangkere ke Lembaga Pemasyakatan (Lapas) Klas IIA Samarinda, Kamis (13/8/2020) kemarin.

Mantan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Kementerian PUPR itu divonis bersalah karena menerima suap terkait pengadaan proyek jalan di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018-2019.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, Jaksa Eksekusi Andry Prihandono telah melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Samarinda Nomor 10/Pid.Sus-TPK/2020/PN tanggal 17 Juni 2020.

"Atas nama terdakwa Reffly Ruddy Tangkere dengan cara memasukkan terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” kata Ali dalam keterangannya, Jumat (14/8/2020).

Tak hanya hukuman empat tahun penjara, Ruddy juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp250 juta subsider empat bulan kurungan dan uang pengganti senilai Rp620 juta, yang harus dilunasi satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Baca: Presiden Tegaskan Pemerintah Tidak Pernah Main-main dengan Pemberantasan Korupsi

Baca: 2 Pelaku Pembunuhan Terhadap Pria di Hulu Sungai Tengah Ditangkap di Samarinda

Kata Ali, jika uang pengganti tersebut tidak dilunasi dalam waktu satu bulan, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama delapan bulan,” kata Ali.

Selain itu, KPK juga mengeksekusi mantan Pejabat Pembuat Komitmen di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Andi Tejo Sukmono ke Rutan Klas IIA Samarinda.

Andi Tejo terbukti bersalah untuk menjalani pidana penjara selama lima tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

“Selain itu, diwajibkan untuk membayar pidana denda sejumlah Rp300.000.000 subsidair empat bulan kurungan,” ungkap Ali.
Selain itu, Andi Tejo juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp2.318.083.148 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh hukum tetap.

Jika dalam waktu tersebut Andi Tejo tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.
“Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama satu tahun dan empat bulan,” ujar Ali.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved